Bentrok Warga vs PT Askon, DPRD Sulteng Soroti Dampak Lingkungan hingga TKA
Viral bentrokan yang melibatkan warga Desa Matarape, Kabupaten Morowali, dengan pihak yang diduga karyawan perusahaan tambang PT Askon pada Jumat, 2 Oktober 2026.
PALU, METROSULAWESI.NET - Viral bentrokan yang melibatkan warga Desa Matarape, Kabupaten Morowali, dengan pihak yang diduga karyawan perusahaan tambang PT Askon pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulteng, Hidayat Pakamundi, menyayangkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dan rekaman video yang beredar, insiden berawal dari aksi demonstrasi warga yang menuntut pertanggungjawaban perusahaan atas dampak lingkungan.
Warga mengeluhkan paparan debu serta kebisingan akibat aktivitas operasional dan mobilitas angkutan tambang yang melintasi pemukiman serta menggunakan akses jalan masyarakat.
Aksi pemblokiran jalan oleh warga kemudian memicu aksi saling serang hingga terjadi pengrusakan dan bentrokan dengan karyawan perusahaan.
"Tentu hal seperti ini sangat kita sesalkan. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali. Kita berharap masalah ini diselesaikan secara musyawarah dengan memfasilitasi komunikasi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat setempat," ujar Hidayat, Senin, 5 Oktober 2026.
Meski saat ini penanganan keamanan dan hukum telah ditangani oleh pihak kepolisian, Komisi IV DPRD Sulteng berencana akan memanggil manajemen PT Askon untuk mendengar langsung penjelasan pihak perusahaan.
Langkah ini dilakukan untuk menelusuri akar permasalahan serta menjalankan fungsi pengawasan DPRD. Selain isu dampak lingkungan, Hidayat menegaskan fokus pengawasan juga akan disorot terhadap keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di perusahaan tersebut.
DPRD akan mendalami kelengkapan dokumen keimigrasian dan kompetensi komunikasi para TKA agar tidak timbul miskomunikasi atau gesekan budaya dengan warga lokal.
"Kita tidak anti terhadap investasi maupun aktivitas perusahaan, tetapi investasi harus ramah lingkungan dan menghargai masyarakat lokal. Jika ada investasi yang justru merugikan masyarakat, saya berada di barisan terdepan untuk menolaknya," tegas Hidayat.
Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

