Gubernur Anwar Tinjau Jembatan Wombo Kalonggo

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meninjau pembangunan jembatan di Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Minggu (4/10/2026).

Oktober 7, 2026 - 10:00
Gubernur Anwar Tinjau Jembatan Wombo Kalonggo
Gubernur Anwar Hafid saat mengunjungi lokasi pembangunan jembatan di Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Minggu (4/10/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov)

DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meninjau pembangunan jembatan di Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Minggu (4/10/2026).

Jembatan tersebut merupakan salah satu akses vital bagi masyarakat setempat dan membuka konektivitas antardesa.

Gubernur Anwar Hafid mengatakan, jembatan tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi jalur transportasi utama yang menghubungkan sejumlah wilayah dan mendukung mobilitas masyarakat.

“Ini sebenarnya jembatan jalan kabupaten, tetapi karena kita membantu pemerintah kabupaten dalam kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, kita membantu pemerintah. Ini jalur yang sangat vital bagi masyarakat antara dua desa. Ini sama dengan Berani Lancar, namanya tol desa,” ujar Gubernur Anwar Hafid.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan akses tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghubungkan Desa Wombo Kalonggo, tetapi juga mendukung konektivitas Desa Wombo, Desa Wombo Mpanau, dan wilayah lainnya.

Selain pembangunan Jembatan Wombo Kalonggo, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan rencana pengembangan konektivitas jalan yang menghubungkan wilayah Siniu dengan Pantoloan.

Menurutnya, pembangunan konektivitas tersebut memiliki prospek strategis karena kawasan Siniu direncanakan menjadi salah satu kawasan pengembangan industri, termasuk industri pengolahan baterai dan industri pendukung lainnya.

Gubernur berharap pembangunan konektivitas antarkawasan tersebut dapat menciptakan jalur alternatif bagi masyarakat sekaligus memperkuat pergerakan ekonomi.

“Kalau Kebun Kopi macet, bisa lewat Siniu, bisa lewat Sausu. Kira-kira begitu. Jadi, kita ingin membangun konektivitas yang memberikan pilihan akses bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Gubernur menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah akan terus mencari solusi dan menentukan skala prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Gubernur juga menyampaikan bahwa masyarakat dapat menyampaikan keluhan melalui layanan Berani Samporoa di nomor 0811-6662-222, yang disiapkan untuk menerima pengaduan masyarakat selama 24 jam.

Dalam kunjungannya Anwar Hafid menyerahkan bantuan sosial berupa 1.500 paket sembako kepada masyarakat di tiga desa, masing-masing sebanyak 500 paket, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow