Kejar Target Akhir Tahun, BP Tapera Gas Pol Salurkan KPR Subsidi FLPP

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) lagi menyiapkan strategi jitu nih untuk mendongkrak penyaluran KPR Subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) di sisa tahun anggaran 2026 ini.

Sep 29, 2026 - 06:01
Kejar Target Akhir Tahun, BP Tapera Gas Pol Salurkan KPR Subsidi FLPP
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjawab pertanyaan dari awak media di Jakarta. (ANTARA/Aji Cakti)

JAKARTA, METROSULAWESI.NET- Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) lagi menyiapkan strategi jitu nih untuk mendongkrak penyaluran KPR Subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) di sisa tahun anggaran 2026 ini.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, blak-blakan menyebut kalau mereka harus bergerak cepat memanfaatkan waktu yang tinggal tiga bulan lagi. Tentu saja, target ini baru bisa tercapai lewat dukungan penuh dari berbagai pihak terkait.

Sampai saat ini, realisasi penyaluran FLPP sudah menyentuh angka 160.070 unit rumah, alias sekitar 45,73 persen dari target. Angka tersebut didominasi oleh rumah tapak sebanyak 160.053 unit, sedangkan sisanya adalah rumah susun sebanyak 17 unit.

"Berdasarkan data kami, sebenarnya ada potensi minat atau demand sebanyak 48.679 unit lagi. Kalau ini semua bisa terealisasi, total capaian kita bisa tembus sampai 208.749 unit," kata Heru seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Senin 28 September 2026.

Menghadapi tantangan ini, BP Tapera mengaku sudah memetakan kondisi ketersediaan hunian (supply) dan minat masyarakat (demand) bareng para mitra kerja. Kabar baiknya, stok hunian saat ini masih surplus atau sangat mencukupi. Data ini dipantau langsung lewat sistem internal BP Tapera yang merangkum data kavling, rumah yang sudah di-booking, hingga rumah yang siap huni (ready stock) dari para pelaku bisnis.

Bukan cuma itu, untuk mempercepat kejar target, BP Tapera kini lebih melirik para calon debitur yang punya penghasilan tetap (fix income). Kelompok pekerja seperti ASN, karyawan swasta, dan buruh dinilai punya peluang yang jauh lebih besar untuk lolos proses verifikasi dari pihak perbankan.

Lewat pemetaan wilayah potensial, komitmen dana dari bank penyalur, serta kolaborasi besar-besaran dalam tiga bulan ke depan, Heru menegaskan bahwa BP Tapera dan mitranya akan berusaha habis-habisan.

"Kami juga melihat dari sisi ketersediaan hunian. Stok rumah siap huni yang dilaporkan pengembang harus terus dikejar penyerapannya. Begitu juga dengan Rumah Susun, penyalurannya harus seimbang dengan permintaan yang ada," tambahnya.

Terakhir, Heru menilai kunci utama untuk mengoptimalkan sisa tahun 2026 ini adalah mempererat kolaborasi data. Data dari pengembang, bank penyalur, dan data yang diolah oleh BP Tapera harus benar-benar klop agar tidak ada celah kendala dan prosesnya bisa berjalan lebih cepat. (*)

 

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow