Menabung Bukan Sisanya! Intip Tips Seru Kelola Uang ala Bootcamp Hannah Asa Indonesia di SLB Palu

Pernah dengar kalimat, "Nanti aja menabungnya kalau ada uang sisa"? Nah, kalau kamu masih menerapkan prinsip ini, siap-siap gigit jari karena biasanya uangnya keburu habis tak berbekas!

Oktober 2, 2026 - 06:05
Menabung Bukan Sisanya! Intip Tips Seru Kelola Uang ala Bootcamp Hannah Asa Indonesia di SLB Palu
Foto bersama usai edukasi finansial di Aula SLB Adjurni Sunusi, Jalan Hasanudin, Palu, pada Rabu, 30 September 2026 lalu. FOTO: IST

PALU, METROSULAWESI.NET- Pernah dengar kalimat, "Nanti aja menabungnya kalau ada uang sisa"? Nah, kalau kamu masih menerapkan prinsip ini, siap-siap gigit jari karena biasanya uangnya keburu habis tak berbekas!

Mengubah pola pikir keliru inilah yang menjadi misi seru Hannah Asa Indonesia saat menggelar Bootcamp 111 bertajuk “Smart Money, Bright Future! Belajar Mengelola Uang untuk Masa Depan”. Acara edukasi finansial yang penuh kehangatan ini digelar di Aula SLB Adjurni Sunusi, Jalan Hasanudin, Palu, pada Rabu, 30 September 2026 lalu.

Dua pemateri keren, Nur Fadilah (AWPS Junior Trainer) dan Fahmi, hadir untuk membongkar mitos bahwa mengelola uang itu rumit dan harus menunggu punya duit banyak.

Alih-alih menyodori istilah ekonomi yang bikin pusing, Nur Fadilah mengajak para siswa SLB Adjurni Sunusi belajar lewat hal-hal yang dekat dengan keseharian. Kuncinya cuma satu: rencanakan sebelum dibelanjakan, bukan dihabiskan baru gigit jari.

Biar gampang, Nur Fadilah membagi fungsi uang ke dalam tiga pos utama: Kebutuhan: Ini adalah prioritas utama yang sifatnya wajib dan tidak bisa ditawar; Keinginan: Yang ini sifatnya hiburan. Boleh dipenuhi, tapi harus dikendalikan ketat supaya tidak menjebol dompet; Tabungan: Pos yang wajib langsung disisihkan di awal, bukan menunggu sisa di akhir bulan.

"Mengatur uang itu bukan berarti harus punya uang banyak dulu. Yang penting kita tahu dari awal uang itu mau dipakai buat apa. Kita belajar buat skala prioritas," ujar Nur Fadilah tersenyum.

Simulasi Uang Rp700 Ribu

Untuk memberikan gambaran nyata, para peserta diajak membuat simulasi sederhana. Katakanlah seseorang punya uang saku atau pendapatan Rp700.000 per bulan. Angka ini bisa dipecah dengan sadar menjadi: Rp300.000 untuk kebutuhan wajib. Selanjutnya Rp200.000 lain untuk menuruti keinginan. Sedangkan yang Rp200.000 lagi langsung masuk celengan atau rekening tabungan.

Lewat visualisasi ini, menabung tidak lagi terasa seperti "beban" atau sekadar menyimpan uang nganggur, melainkan bagian dari rencana masa depan. Tabungan pun bisa dibagi lagi targetnya, mulai dari target jangka pendek (misalnya membeli barang impian) hingga target jangka panjang untuk masa depan.
Selain menyisihkan uang, rahasia sukses finansial lainnya adalah rajin mencatat. Catatan pemasukan dan pengeluaran harian harus dievaluasi secara berkala, misalnya setiap satu atau dua bulan sekali. Langkah ini penting untuk melihat apakah jatah "keinginan" kita sudah meleset dari rencana awal atau masih aman terkendali.

Bagi Hannah Asa Indonesia, literasi keuangan sejak dini bukan cuma soal mengajarkan teori tabungan, melainkan membangun kebiasaan baik yang nyata. Langkah kecil seperti mencatat uang masuk, membedakan kebutuhan vs keinginan, hingga menghitung selisih uang adalah fondasi penting untuk memperkuat ketahanan finansial masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Ingat, keputusan finansial yang hebat tidak melulu dimulai dari angka yang besar, melainkan dari konsistensi kebiasaan kecil. Yuk, mulai ubah caramu memperlakukan uang hari ini! (din/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow