Undang Tanya, Gubernur Anwar Absen di HUT Ke-48 Kota Palu
Upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Palu pada Minggu (27/9/2026) berlangsung dengan khidmat dan lancar. Namun, di balik kelancaran agenda tahunan tersebut, ketidakhadiran Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di kursi VVIP menjadi sorotan dan mengundang tanda tanya publik.
PALU, METROSULAWESI.NET - Upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Palu pada Minggu (27/9/2026) berlangsung dengan khidmat dan lancar. Namun, di balik kelancaran agenda tahunan tersebut, ketidakhadiran Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di kursi VVIP menjadi sorotan dan mengundang tanda tanya publik.
Absennya orang nomor satu di Sulawesi Tengah ini terasa kontras dengan deretan pejabat tinggi negara yang justru meluangkan waktu untuk hadir. Sejumlah tokoh pusat yang tampak di lokasi upacara antara lain Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar, Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, serta perwakilan dari Kementerian UMKM.
Ketidakhadiran ini dinilai janggal mengingat dalam berbagai kesempatan serupa, Gubernur Anwar Hafid terbilang sangat rajin menghadiri hari jadi daerah lain. Beberapa di antaranya termasuk kehadirannya langsung untuk memimpin upacara peringatan HUT ke-66 Kabupaten Banggai di Luwuk dan upacara HUT ke-12 Kabupaten Morowali Utara.
Kepala Biro Humas Setda Provinsi Sulteng, Eddy Lesnusa yang dikonfirmasi mengatakan, Pemprov Sulteng mendapat undangan untuk menghadiri Upacara HUT ke-48 Kota Palu. Eddy mengatakan kehadiran Gubernur diwakili Asisten III Setdaprov Sulteng.
Menurut Eddy, ketidakhadiran Gubernur Anwar Hafid pada HUT Kota Palu karena pada saat yang bersamaan sedang menghadiri kegiatan partai di Jakarta. “Ada agenda partai di Jakarta,” jawab Eddy.
Menkum Puji Wali Kota
Meski tanpa kehadiran Gubernur, pelaksanaan upacara tetap berjalan dengan berwibawa. Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, menteri kelahiran Sulawesi Tengah tersebut melayangkan apresiasi tinggi terhadap transformasi pesat yang dialami kota berjuluk "Lima Dimensi" ini.
Menurut Supratman, tema “Moving in Action” yang diusung pada perayaan tahun ini bukan sekadar slogan, melainkan potret rekam jejak historis perjuangan Kota Palu.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi merupakan rekam jejak historis yang penuh dengan perjuangan. Kita menjadi saksi bagaimana Kota Lima Dimensi terus bangkit dan bertransformasi menjadi kota yang semakin maju di Indonesia,” tutur Supratman.
Secara khusus, Menkum memuji kepemimpinan Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, dan Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin. Keberhasilan keduanya dalam menata kebersihan lingkungan serta memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dinilai telah memberikan dampak yang luar biasa dan dapat langsung dirasakan.
“Bukan hanya warga Palu yang bangga, tetapi semua pihak yang datang ke sini. Setiap saya tanyakan bagaimana kondisi Palu, jawabannya Palu hari ini bersih,” pujinya.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan kota yang berkelanjutan tidak melulu soal pembangunan fisik, tetapi juga keadilan layanan publik dan supremasi hukum. Ke depan, Supratman menantang Pemkot Palu untuk terus melahirkan terobosan visioner, seperti penataan kabel utilitas bawah tanah hingga penghijauan estetis kota yang ikonik.
“Mungkin suatu saat di Kota Palu tidak ada lagi kabel-kabel listrik yang menjuntai. Insyaallah Wali Kota terus mendapatkan inspirasi. Ke depan, kita juga bisa melihat bunga-bunga seperti sakura tumbuh di antara pohon pelindung,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Supratman menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada masyarakat Kota Palu atas dukungan moril yang diberikan sepanjang perjalanan karier politiknya hingga berhasil masuk dalam Kabinet Merdeka. Ia menegaskan, kebersihan dan keindahan kota merupakan tanggung jawab kolektif masyarakat.
"Semua pihak memiliki tanggung jawab, tidak hanya Pak Wali. Kesadaran harus muncul di semua relung hati masyarakat Kota Palu," pungkas Supratman. (din/*)
Apa Reaksimu?

