Pemkot Palu dan Barantin Kerja Sama Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu resmi menjalin sinergi dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Minggu (27/9). Kemitraan strategis ini bertujuan memperkuat penyelenggaraan perkarantinaan serta mendorong pengembangan ekonomi daerah berkelanjutan berbasis komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan.

Sep 29, 2026 - 08:30
Sep 28, 2026 - 14:40
Pemkot Palu dan Barantin Kerja Sama Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor
Pemerintah Kota (Pemkot) Palu resmi menjalin sinergi dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Minggu (27/9). (Foto: Diskominfosantik Kota Palu)

PALU, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu resmi menjalin sinergi dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Minggu (27/9). Kemitraan strategis ini bertujuan memperkuat penyelenggaraan perkarantinaan serta mendorong pengembangan ekonomi daerah berkelanjutan berbasis komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan.

Prosesi penandatanganan tersebut digelar di sela-sela Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu di halaman Kantor Wali Kota Palu.

Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, S.Sos., M.M., bersama Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia, Shahandra Hanitiyo. Agenda ini disaksikan langsung oleh Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, S.E., Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.A.P., serta Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengapresiasi tekad kuat Pemkot Palu dalam memajukan perekonomian daerah. Ia menilai langkah ini krusial untuk mendongkrak daya saing produk lokal agar mampu memenuhi persyaratan global.

"Selamat ulang tahun ke-48 untuk Kota Palu. Banyak prestasi baik yang telah ditorehkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota beserta jajaran. Lewat kerja sama ini, kita ingin memastikan pelaku UMKM di Palu bisa naik kelas menjadi eksportir tangguh ke depannya," ujar Abdul Kadir.

Ia menambahkan, Badan Karantina Indonesia siap memberikan dukungan penuh bagi pengembangan komoditas unggulan komersial asal Palu, salah satunya produk sarang burung walet yang dikenal berkhasiat tinggi dan diminati pasar internasional.

Meski demikian, Abdul Kadir mengingatkan bahwa penetrasi ke pasar global tidak hanya menuntut kualitas fisik produk. Pelaku usaha wajib memenuhi standardisasi kesehatan, mutu, keamanan, hingga aspek ketertelusuran (traceability).

"Produk ekspor harus jelas asal-usulnya, bagaimana proses produksinya, serta zat apa saja yang digunakan. UMKM kita memerlukan edukasi mendalam mengenai standar regulasi internasional ini," jelasnya.

Sebagai langkah konkret dari PKS tersebut, Badan Karantina Indonesia berencana menghadirkan program pendampingan khusus melalui klinik ekspor. Fasilitas ini akan memandu para pelaku usaha di Kota Palu secara intensif agar produk mereka lolos kualifikasi ketat di negara-negara tujuan ekspor. (din/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow