Wawali: Belum Semua Melakukan Pemilahan Sampah

Wakil Wali (Wawali) Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin membuka kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, di Ruang Rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Kamis 11 Juni 2026.

Jun 13, 2026 - 05:52
Wawali: Belum Semua Melakukan Pemilahan Sampah
Wakil Wali (Wawali) Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin membuka kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, di Ruang Rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Kamis 11 Juni 2026. FOTO: DISKOMINFO KOTA PALU

PALU, METROSULAWESI.NET- Wakil Wali (Wawali) Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin membuka kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, di Ruang Rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Kamis 11 Juni 2026.

Wakil Wali Kota Imelda menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah memenuhi undangan Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk mengikuti sosialisasi tersebut.

Menurut wakil wali kota, pemilahan sampah dari sumbernya bukanlah hal baru. Pemerintah Kota Palu telah memiliki dasar hukum yang mengatur pengelolaan sampah, yakni Peraturan Daerah Kota Palu Nomor 3 Tahun 2016 yang diperkuat dengan Peraturan Wali Kota Palu Nomor 37 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kebersihan.

Wakil wali kota mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih belum semua rumah sakit, hotel, restoran, maupun pelaku usaha lainnya melakukan pemilahan sampah secara optimal.  Karena itu, melalui sosialisasi ini diharapkan para peserta dapat memahami secara teknis tata cara pemilahan sampah yang akan dijelaskan lebih lanjut oleh Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu.

“Yang jelas, sampah basah tidak boleh dicampur dengan sampah kering. Begitu juga sampah kaca atau pecahan beling harus dipisahkan. Praktik seperti ini bukan hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain. Bahkan di Jakarta, pemilahan sampah secara masif baru mulai digencarkan, sementara di Kota Palu kita sudah mulai bergerak lebih awal,” kata wakil wali kota.

Imelda menyebutkan, kesadaran masyarakat Kota Palu terhadap pemilahan sampah mulai menunjukkan perkembangan positif.

Selain dilakukan di lingkungan rumah tangga, upaya serupa juga mulai diterapkan di berbagai tempat usaha seperti restoran, hotel, dan kafe.

Menurut wakil wali kota, pemilahan sampah dari sumber akan sangat membantu proses pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kawatuna, sekaligus mempermudah petugas dalam mengangkut dan mengelola sampah yang masuk.

“Kalau sampah sudah dipilah dari sumbernya, petugas kita di TPA akan lebih mudah mengangkat dan mengelolanya. Selain itu, sampah basah juga memiliki manfaat ekonomi. Ada peternak yang memanfaatkannya sebagai pakan ternak, bahkan mahasiswa juga sudah mengembangkan pemanfaatan sampah organik seperti sisa sayuran untuk kebutuhan tertentu,” jelas wakil wali kota.

Oleh karena itu, wakil wali kota menegaskan bahwa rumah sakit, hotel, restoran, dan pelaku usaha lainnya sudah harus mulai menerapkan pemilahan sampah secara konsisten karena langkah tersebut dinilai tidak sulit untuk dilakukan.

“Semua harus dimulai dari pimpinan. Jika kita menyediakan wadah dan memberi contoh yang baik, saya yakin seluruh karyawan akan mengikuti. Jadi bukan hanya sekadar mengimbau, tetapi kita sendiri yang memulai dan menunjukkan praktiknya,” tegas wakil wali kota.

Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota menyatakan keyakinannya bahwa seluruh sektor usaha yang hadir mampu melaksanakan pemilahan sampah dengan baik demi mendukung terwujudnya Kota Palu yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Saya yakin rumah sakit, hotel, restoran, dan pelaku usaha lainnya bisa melaksanakan ini. Mari kita bekerja sama dengan baik untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat Kota Palu,” tutup wakil wali kota. (din/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow