PT Pelindo TPK Pantoloan dan   PT EDC Panas Bumi Indonesia Bertemu Bahas Dukungan Logistik Proyek Geothermal di Sigi

PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Petikemas (TPK) Pantoloan menggelar pertemuan teknis dengan PT EDC Panas Bumi Indonesia dalam rangka membahas kebutuhan transportasi dan layanan logistik untuk mendukung kegiatan proyek pengeboran panas bumi (geothermal) di Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin 21 September 2026.

Sep 22, 2026 - 14:58
PT Pelindo TPK Pantoloan dan   PT EDC Panas Bumi Indonesia Bertemu Bahas Dukungan Logistik Proyek Geothermal di Sigi
PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Petikemas (TPK) Pantoloan menggelar pertemuan teknis dengan PT EDC Panas Bumi Indonesia dalam rangka membahas kebutuhan transportasi dan layanan logistik untuk mendukung kegiatan proyek pengeboran panas bumi (geothermal) di Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin 21 September 2026.

PALU, METROSULAWESI.NET — PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Petikemas (TPK) Pantoloan menggelar pertemuan teknis dengan PT EDC Panas Bumi Indonesia dalam rangka membahas kebutuhan transportasi dan layanan logistik untuk mendukung kegiatan proyek pengeboran panas bumi (geothermal) di Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin 21 September 2026.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo TPK Pantoloan dalam memahami kebutuhan logistik proyek sekaligus menjajaki potensi dukungan layanan kepelabuhanan dan transportasi barang yang diperlukan selama pelaksanaan kegiatan pengeboran.

Dalam pertemuan teknis tersebut, kedua pihak membahas sejumlah aspek yang berkaitan dengan kebutuhan transportasi logistik proyek, mulai dari karakteristik dan jenis barang yang akan dikirim, volume dan frekuensi pengiriman, pola kedatangan barang melalui pelabuhan, hingga kebutuhan penanganan dan distribusi barang dari TPK Pantoloan menuju lokasi proyek di wilayah Sigi.

Dalam pertemuan teknis yang berlangsung di Kantor Pelindo TPK Pantoloan, di ruangan rapat PPID Teluk Palu lantai 1. Rombongan PT EDC Panas Bumi Indonesia beserta 4 (Empat) perwakilan Perusahaan yang akan mengikuti tender proyek pengeboran geothermal, diantaranya PT Parker Wellborn Indonesia, PT Pelumpang Raya Anugrah, PT Apex Indo Pratama Duta, dan PT Umran Robi Perkasa beserta konsultan proyek.

Terminal Head Pelindo TPK Pantoloan, Chaerur Rijal, menyampaikan bahwa TPK Pantoloan siap melakukan koordinasi teknis dengan PT EDC Panas Bumi Indonesia untuk memahami kebutuhan transportasi dan mobilisasi proyek secara lebih komprehensif.

PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Petikemas (TPK) Pantoloan menggelar pertemuan teknis dengan PT EDC Panas Bumi Indonesia dalam rangka membahas kebutuhan transportasi dan layanan logistik untuk mendukung kegiatan proyek pengeboran panas bumi (geothermal) di Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin 21 September 2026.

“Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman terkait kebutuhan logistik proyek pengeboran geothermal di Sigi. Kami perlu memahami karakteristik barang, pola pengiriman, kebutuhan peralatan, serta tahapan pekerjaan agar dukungan layanan kepelabuhanan dan logistik yang diberikan dapat dipersiapkan secara tepat,” ujar Chaerur Rijal.

Menurutnya, keberadaan proyek strategis di wilayah Sulawesi Tengah membuka peluang penguatan konektivitas logistik melalui Pelabuhan Pantoloan. Dengan dukungan fasilitas dan layanan terminal yang tersedia, Pelindo TPK Pantoloan terus berupaya memberikan solusi logistik yang sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa.

Pertemuan juga membahas kemungkinan koordinasi lebih lanjut terkait alur penerimaan barang di pelabuhan, kegiatan bongkar muat, penyimpanan sementara, pengeluaran barang, serta transportasi lanjutan menuju lokasi proyek. Aspek keselamatan, keamanan, ketepatan waktu, dan efektivitas proses logistik menjadi bagian penting yang turut menjadi perhatian dalam pembahasan.

Disamping itu juga, Terminal Head memaparkan profile dan kesiapan dukungan peralatan bongkar muat yang berada di Pelabuhan Pantoloan, khususnya Terminal Petikemas Pantoloan. Serta keterbatasan dan kendala yang dihadapi oleh TPK Pantoloan, diantaranya keterbatasan fasilitas crane di dermaga, kekuatan struktur dan kapasitas dermaga, guna memastikan keamanan serta keselamatan fasilitas dan logistik.

Hal ini dikemukakan oleh Chaerur Rijal, mengingat akan kondisi dan kapasitas dermaga Pelabuhan Pantoloan yang terbatas kekuatannya jika dalam kegiatannya menggunakan alat berat seperti crane. Ditambah lagi kegiatan bongkar muat petikemas cukup padat dengan kunjungan kapal mencapai 26 sd. 30 call kapal perbulan.

“Sementara kapasitas crane di dermaga lama hanya di bawah 30 (Tiga puluh) ton dan sementara kebutuhan logistik proyek pengeboran mencapai 80 ton. Untuk itu kegiatan lost cargo tidak dilakukan karena keterbatasan fasilitas crane di dermaga,” lanjut Chaerur Rijal.

Meskipun terkendala dengan kapasitas dan kemampuan dermaga non petrikemas dan petikemas, namun Pelindo TPK Pantoloan melihat kebutuhan logistik proyek geothermal sebagai salah satu peluang untuk memperluas kontribusi terminal terhadap aktivitas pembangunan dan investasi di Sulawesi Tengah. Selain mendukung kelancaran proyek, penguatan layanan logistik juga dapat meningkatkan konektivitas antara kawasan pelabuhan dengan wilayah hinterland.

“Untuk itu kami terbuka untuk melakukan pembahasan teknis lebih lanjut agar kebutuhan logistik proyek dapat dipetakan secara detail. Harapannya, Pelindo dapat menjadi bagian dari rantai logistik yang mendukung kelancaran proyek geothermal di Sigi, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, dan efisiensi layanan,” tambah Chaerur Rijal.

Dari sisi PT EDC Panas Bumi Indonesia, kebutuhan logistik menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran tahapan proyek, khususnya kegiatan pengeboran yang membutuhkan mobilisasi berbagai jenis peralatan dan material menuju lokasi kerja.

Melalui pertemuan teknis ini, Pelindo TPK Pantoloan dan PT EDC Panas Bumi Indonesia selanjutnya dapat melakukan inventarisasi kebutuhan logistik, pemetaan alur distribusi, identifikasi fasilitas yang diperlukan, serta pembahasan aspek komersial dan operasional sebagai dasar untuk tindak lanjut kerja sama.

Pelindo Terminal Petikemas terus mendorong pengembangan layanan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan terminal, tetapi juga mampu memberikan solusi logistik terintegrasi bagi berbagai sektor industri dan proyek pembangunan di wilayah Sulawesi Tengah.

Kolaborasi dengan PT EDC Panas Bumi Indonesia diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat peran TPK Pantoloan sebagai simpul logistik yang mendukung pertumbuhan industri, investasi, dan pembangunan ekonomi di Sulawesi Tengah. (adv)

 

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow