Zimbabwe Belajar Soal Hilirisasi dan Investasi di Kawasan IMIP Morowali

Delegasi Zimbabwe Investment Development Agency (ZIDA) melakukan kunjungan studi banding ke kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, guna mempelajari konsep pengembangan kawasan industri berbasis hilirisasi mineral dan investasi terintegrasi.

Jun 12, 2026 - 16:21
Zimbabwe Belajar Soal Hilirisasi dan Investasi di Kawasan IMIP Morowali
Delegasi Zimbabwe Investment Development Agency (ZIDA) saat berkunjung ke kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah. FOTO: HUMAS IMIP

MOROWALI, METROSULAWESI.NET- Delegasi Zimbabwe Investment Development Agency (ZIDA) melakukan kunjungan studi banding ke kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, guna mempelajari konsep pengembangan kawasan industri berbasis hilirisasi mineral dan investasi terintegrasi.

Kunjungan yang berlangsung pada 8-12 Juni 2026 itu bertujuan untuk mendalami model pengembangan kawasan industri yang dinilai berhasil mengintegrasikan rantai pasok, investasi, logistik, hingga pengolahan sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah.

Kepala Bisnis Development ZIDA Noel Mahombera mengatakan pihaknya tertarik mempelajari konsep pengembangan kawasan industri yang diterapkan di IMIP, khususnya terkait hilirisasi industri baja dan tata kelola kawasan terpadu.

"Zimbabwe ingin membuka peluang kerja sama antarnegara dan melihat investasi China dengan Indonesia pada jenis model usaha di IMIP. Kami ingin mengetahui bagaimana sistem kerja sama yang terjalin di antara kedua negara ini," kata Noel dalam keterangan yang diterima di Morowali, Kamis.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi ZIDA meninjau sejumlah fasilitas di kawasan IMIP, mulai dari bandara, jetty, area produksi, hingga fasilitas pendidikan vokasi di luar kawasan, yakni Politeknik Industri Logam Morowali.

Delegasi Zimbabwe yang hadir terdiri atas Noel Mahombera selaku Kepala Bisnis Development, Robin Musonza sebagai Research Manager, Pardon Nyandoro selaku Investment Manager Bidang Ekonomi, Davison Vandira sebagai Investment Manager Bidang Persiapan dan Pembangunan, serta Nyasha Makuni yang bertugas sebagai analis investasi.

Kunjungan tersebut juga melibatkan perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Harare.

Menurut Noel, model pengembangan kawasan IMIP dinilai relevan bagi upaya Pemerintah Zimbabwe dalam memperkuat industri baja nasional serta meningkatkan nilai tambah komoditas mineral yang dimiliki negara tersebut.

Selain mempelajari pola investasi dan pengelolaan kawasan industri, delegasi Zimbabwe juga menggali informasi terkait pembangunan berbagai fasilitas penunjang di IMIP, termasuk nilai investasi untuk bandara, pelabuhan atau jetty, serta sarana akomodasi pekerja.

Manajemen IMIP menilai tingginya antusiasme dan berbagai pertanyaan teknis yang diajukan delegasi menunjukkan ketertarikan serius Zimbabwe untuk mengadaptasi konsep pengembangan kawasan industri terintegrasi dalam pembangunan sektor industri nasional mereka.

Kunjungan itu juga dinilai membuka peluang penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Zimbabwe di bidang penanaman modal, promosi investasi, hilirisasi mineral, serta pengembangan kawasan industri berbasis sumber daya alam.

Selain itu, kerja sama tersebut berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra pembangunan industrialisasi bagi negara-negara Afrika sekaligus memberikan keuntungan geopolitik dan ekonomi di tengah meningkatnya persaingan global dalam penguasaan mineral kritis. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow