Kebanggaan Untad, Mahasiswa PJKR Jadi Peserta Kursus Pelatih Lisensi D PSSI Termuda

Muhammad Artha Islami mencuri perhatian dunia sepak bola Sulawesi Tengah setelah tercatat sebagai salah satu peserta termuda dalam Kursus Lisensi Pelatih Diploma D yang digelar Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Sigi.

Feb 7, 2026 - 05:30
 0
Kebanggaan Untad, Mahasiswa PJKR Jadi Peserta Kursus Pelatih Lisensi D PSSI Termuda
Muhammad Artha Islami. (Foto: Ist)

PALU, METROSULAWESI.NET - Muhammad Artha Islami mencuri perhatian dunia sepak bola Sulawesi Tengah setelah tercatat sebagai salah satu peserta termuda dalam Kursus Lisensi Pelatih Diploma D yang digelar Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Sigi.

Kursus kepelatihan tersebut berlangsung selama tujuh hari, mulai 2 hingga 8 Februari 2026, dan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah. Kehadiran Artha Islami, yang lahir di Palu pada 15 November 2006 dan berdomisili di Tondo, menjadi sorotan tersendiri karena usianya yang masih sangat muda dibandingkan peserta lainnya.

Saat ini, Artha masih aktif sebagai pemain sepak bola di Tadulako Football Academy (TFA). Sebelumnya, ia sempat menimba pengalaman di Sinar Baiya pada 2019, Kramat Jaya pada 2020, sebelum akhirnya bergabung dan bertahan bersama TFA sejak 2021 hingga sekarang.

“Ilmu yang saya dapatkan dari kursus ini tentunya akan saya terapkan di Tadulako Football Academy,” ujar Artha dengan penuh optimisme.

Kegiatan Kursus Lisensi Pelatih Diploma D tersebut menghadirkan instruktur nasional berpengalaman, Kartono Pramdhan, sebagai pemateri utama. Selama pelaksanaan kursus, para peserta dibekali materi kepelatihan dasar sepak bola, mulai dari teori kepelatihan, metodologi latihan, hingga praktik lapangan yang mengacu pada standar resmi PSSI.

Keikutsertaan Muhammad Artha Islami yang juga merupakan mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako mendapat apresiasi dari pihak kampus. Ketua Program Studi PJKR, Dr. Andi Saparia, AIFO, menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi mahasiswa di ajang peningkatan kompetensi tersebut.

“Ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kami. Mahasiswa PJKR mampu mengambil peran dan berani mengikuti kursus pelatih sepak bola di usia yang sangat muda. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing dan berkontribusi di dunia olahraga, khususnya sepak bola,” ujar Dr. Andi Saparia.

Ia berharap langkah yang diambil Muhammad Artha Islami dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi, baik sebagai atlet, pelatih, maupun tenaga pendukung olahraga prestasi.

Dengan mengikuti Kursus Lisensi Pelatih Diploma D ini, Muhammad Artha Islami telah membuka jalan awal menuju karier kepelatihan profesional dan berpotensi menjadi salah satu pelatih muda berbakat yang dimiliki Sulawesi Tengah di masa depan.

Reporter: Adi Pranata
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow