Gempa NTT Menyebabkan 44 Korban Jiwa, 9.290 Warga Mengungsi

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) sedikitnya menewaskan 44 orang. Mereka tersebar di beberapa tempat.

Agustus 16, 2026 - 16:36
Gempa NTT Menyebabkan 44 Korban Jiwa, 9.290 Warga Mengungsi
Ilustrasi: Petugas melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). ANTARA FOTO/Gregorio J Gilbert/sth/nz/am.

JAKARTA, METROSULAWESI.NET –  Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) sedikitnya menewaskan 44 orang. Mereka tersebar di beberapa tempat.

Informasi yang diperoleh media ini, sebaran korban meninggal dunia terbanyak berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 23 jiwa dan Manggarai Timur 17 jiwa. Adapun korban jiwa lainnya tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak empat jiwa, Manggarai Barat satu jiwa, Ende satu jiwa, dan Nagekeo satu jiwa.

Dilansir dari Antara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkonfirmasi sementara ini ada 9.290 warga bertahan di titik-titik pengungsian pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Minggu, mengatakan berdasarkan pemutakhiran data pukul 00.00 WIB tadi malam konsentrasi pengungsi terbesar di NTT berada di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa

Pengungsi di Kabupaten Sikka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan 2.000 jiwa mengungsi secara mandiri di 10 titik lokasi.

Sementara itu ratusan warga terdampak lainnya juga dilaporkan mengungsi di Kabupaten Nagekeo sebanyak 500 jiwa, Kota Bima (NTB), hingga Kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan). Jadi secara keseluruhan ada 9.290 pengungsi.

Berton memastikan pemenuhan hak-hak dasar dan kebutuhan logistik di area pengungsian kini menjadi fokus utama penanganan masa darurat.

Para penyintas bencana, khususnya di kawasan Kabupaten Manggarai, kata dia, membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, pasokan air bersih beserta tandon, hingga genset untuk penerangan.

Adapun terkait dengan dampak korban jiwa, BNPB mencatat sementara ini masih ada sebanyak 47 orang meninggal dunia dan 101 warga luka-luka dalam perawatan medis.

Guncangan gempa yang berpusat di laut tersebut juga merusak sektor pemukiman warga dengan rincian 914 rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.

Kerusakan parah turut menimpa puluhan fasilitas publik mencakup 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintahan di wilayah NTT. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow