Koops Habema Kejar Kelompok Separatis Penembak Pilot AS di Papua

Koops TNI Habema saat ini tengah mengejar kelompok separatis yang membunuh pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY berkewarganegaraan Amerika Serikat (AS), yakni Nicholas F. Goselin di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7).

Juli 3, 2026 - 15:32
Koops Habema Kejar Kelompok Separatis Penembak Pilot  AS di Papua
Personel Koops Habema TNI melakukan evakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Nicholas F Goselin (29) yang diduga ditembak oleh anggota KKB, di Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026). ANTARA/HO-Koops Habema TNI. ANTARA/HO-Koops Habema TNI

JAKARTA, METROSULAWESI.NET- Koops TNI Habema saat ini tengah mengejar kelompok separatis yang membunuh pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY berkewarganegaraan Amerika Serikat (AS), yakni Nicholas F. Goselin di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7).

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, dijelaskan operasi pengejaran dilakukan usai Koops Habema berhasil mengevaluasi jenazah di lokasi penembakan.

"Operasi evakuasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal. Seluruh proses dilaksanakan mengedepankan faktor keamanan dan ketelitian mengingat medan operasi berada di wilayah pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna.

Setelah dievakuasi, Wirya mengatakan jenazah tersebut akan dibawa ke Timika, Papua Tengah untuk selanjutnya diserahkan ke pihak berwajib sesuai dengan proses yang berlaku.

Terkait upaya pengejaran, Wirya mengaku pihaknya sudah mengidentifikasi siapa kelompok yang bertanggung jawab atas tewasnya Nicholas.

"Pembunuhan terhadap pilot serta pembakaran pesawat PT AMA Air dilakukan oleh kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak," ungkap dia.

Saat ini, Koops TNI tengah mengumpulkan ragam petunjuk untuk mencari tahu lokasi para kelompok separatis itu. Di saat yang sama, personel Habema juga dikerahkan untuk memperketat pengawasan di lokasi penembakan.

Hal itu dilakukan agar tidak ada serangan susulan yang berpotensi mengancam keamanan warga sekitar.

"Patroli juga dilakukan dan pengejaran terhadap para pelaku. Kami akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait agar keamanan masyarakat dan pelayanan penerbangan perintis di Papua tetap terjaga," ucap Wirya.

Untuk diketahui, peristiwa itu terjadi pada Kamis (2/7) pukul 06.50 WIT. Aksi penyerangan itu terjadi ketika pesawat yang lepas landas dari Bandara Wamena itu mendarat di Bandara Ipdeheik Desa Balinggama, Distrik Sobaham Kabupaten Yahukimo pukul 06.46 WIT. 

Pesawat tersebut pun diserang hingga terbakar dan pilot dinyatakan tewas tertembak di lokasi. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow