RUPSLB Bank Sulteng 2026: Berikut Komposisi Terbaru Pemegang Saham Bank Sulteng

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Sulteng, Rabu 12 Agustus 2026, memutuskan komposisi pemegang saham terbaru. Rapat tersebut juga mengesahkan dana setoran modal (DSM) dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Tahun 2026.

Agustus 15, 2026 - 07:00
RUPSLB Bank Sulteng 2026: Berikut Komposisi Terbaru Pemegang Saham Bank Sulteng
Gubernur Sulteng Anwar Hafid (tengah) didampingi Direktur Utama PT Bank Sulteng Hj. Ramiyatie dan Direktur Kepatuhan Bank Sulteng Judy Koagow saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Tahun 2026 di Kota Palu, Rabu (12/8/2026). Foto cover: sejumlah pemegang saham Bank Sulteng foto bersama. (Foto: Humas Bank Sulteng)

PALU, METROSULAWESI.NET - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Sulteng, Rabu 12 Agustus 2026, memutuskan komposisi pemegang saham terbaru. Rapat tersebut juga mengesahkan dana setoran modal (DSM) dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Tahun 2026.

“Mengesahkan setoran modal dalam bentuk saham dari provinsi dan kabupaten/kota,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Palu, Rabu 12 Agustus 2026.

Kata dia, dalam pertemuan itu turut dibahas pula penyesuaian administratif, seperti anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PT Bank Sulteng. 

Selain itu, adanya perencanaan bisnis lanjutan dimana koperasi karyawan, diberikan kewenangan untuk memiliki saham di Bank Sulteng.

Diketahui, komposisi kepemilikan saham dari terbesar sampai terkecil di Bank Sulteng setelah RUPS-LB 12 Agustus 2026, yakni: Pemprov Sulteng 30,04 persen, PT Mega Corpora 26,00 persen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolitoli 4,92%, Kabupaten Parigi Moutong 4,49 persen, Kabupaten Morowali 4,31 persen, Kabupaten Banggai 4,30 persen, Kabupaten Banggai Kepulauan 3,80 persen.

Selanjutnya, Kabupaten Tojo Una-Una 3,42 persen, Kabupaten Donggala 3,15 persen, Kabupaten Morowali Utara 3,12 persen, Kabupaten Poso 3,10 persen, Kabupaten Buol 2,68 persen, Kabupaten Banggai Laut 2,62 persen, Pemerintah Kota Palu 2,27 persen, Kabupaten Sigi 1,20 persen, dan Koperasi Karyawan Bank Sulteng 0,57 persen.

Masuknya Koperasi Karyawan Bank Sulteng dengan kepemilikan sebesar 0,57% menjadi salah satu perubahan penting dalam struktur kepemilikan Perseroan. Kehadiran koperasi sebagai pemegang saham juga mencerminkan adanya partisipasi unsur internal perusahaan dalam kepemilikan saham Bank Sulteng. 

Dengan komposisi tersebut, struktur kepemilikan Bank Sulteng tetap menunjukkan karakter sebagai bank pembangunan daerah dengan dominasi kepemilikan pemerintah daerah yang didukung oleh pemegang saham strategis serta partisipasi Koperasi Karyawan Bank Sulteng.

Direktur Kepatuhan Bank Sulteng Judy Koagow mengatakan tambahan setoran modal, tergantung kemampuan masing-masing daerah. Pemprov Sulteng menyetor tambahan modal sebesar Rp25 miliar, dan setoran dari kabupaten/kota telah total sekitar Rp90 miliar.

Lanjut dia, terkait adanya tambahan modal, PT Mega Corpora juga akan menyesuaikan setoran modal, dengan maksimal komposisi kepemilikan saham sebesar 26 persen.

“Itu syarat dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) Bank Sulteng dan Mega Corpora,” katanya. 

Selain perubahan komposisi pemegang saham, RUPS LB Bank Sulteng juga menyetujui sejumlah agenda strategis Perseroan, antara lain pembelian tanah untuk pembangunan Kantor Pusat PT. Bank Sulteng seluas 8.026 m² yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Palu.

RUPS LB juga menyetujui penyesuaian periode masa jabatan pengurus sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17Tahun 2023tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum. 

Dalam RUPS Luar Biasa tersebut juga menyetujui pengangkatan beberapa calon pengurus Bank Sulteng, yaitu: untuk jabatan Dewan Komisaris disepakati pengangkatan kembali Nolvy Kilanta sebagai Calon Komisaris Independen. Sedangkan untuk Dewan Direksi disepakati pengangkatan kembali Firmansyah Azis sebagai Calon Direktur Bisnis dan Isdar E Burhanuddin sebagai Calon Direktur Oprasional. Pemegang saham juga sepakat untuk pengangkatan Calon direktur baru, yakni: Muh. Abduh Bundung sebagai Calon Direktur Operasional, dan Moh. Taslim sebagai Calon Direktur Bisnis. (din/ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow