Menteri Investasi: Hilirisasi Perkuat Posisi RI di Rantai Pasok Global

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan proyek hilirisasi memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Juli 25, 2026 - 21:17
Menteri Investasi: Hilirisasi Perkuat Posisi RI di Rantai Pasok Global
Ilustrasi - PT Vale Indonesia mendatangkan autoclave yakni peralatan pengolahan nikel berkarbon rendah di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. (Antara/HO-Humas PT Vale Indonesia)

JAKARTA, METROSULAWESI- Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan proyek hilirisasi memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Dia mengatakan proyek hilirisasi yang dikembangkan Vale menunjukkan bahwa pembangunan industri berbasis sumber daya alam dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

"Proyek hilirisasi Vale menempatkan standar baru dalam kolaborasi internasional yang selaras dengan kepentingan nasional, yakni membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, serta menciptakan nilai tambah tinggi yang mendukung agenda Net Zero Emissions," kata Rosan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, pengembangan kawasan industri berbasis hilirisasi juga menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat kemandirian industri, dan mendukung target transisi energi.

Dampak ekonomi proyek tersebut juga diharapkan semakin dirasakan di daerah penghasil nikel, khususnya Sulawesi Tengah.

Selain mendorong pertumbuhan industri, pengembangan kawasan industri dinilai dapat memperluas peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Penguatan rantai pasok industri kendaraan listrik nasional dinilai semakin bergantung pada percepatan hilirisasi nikel melalui pembangunan fasilitas pengolahan berteknologi tinggi.

Langkah tersebut tidak hanya meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri, tetapi juga memperluas investasi, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi daerah.

Salah satu perkembangan yang dinilai menjadi penanda percepatan hilirisasi adalah kemajuan pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi milik PT Vale Indonesia, anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, di Morowali, Sulawesi Tengah.

Proyek yang merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali dengan nilai investasi sekitar 2 miliar dolar AS itu telah memasuki tahapan penting setelah kedatangan komponen utama autoclave. Fasilitas yang dibangun dalam tiga jalur produksi tersebut ditargetkan mencapai first mechanical completion pada akhir 2026.

Pengamat tambang dan energi Ferdy Hasiman menilai pembangunan fasilitas HPAL kini menjadi kebutuhan strategis bagi industri nikel seiring meningkatnya permintaan bahan baku baterai kendaraan listrik global.

Menurut dia, perusahaan yang mampu mengembangkan fasilitas pemrosesan mineral akan memiliki daya saing lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang masih mengandalkan ekspor bahan mentah atau produk bernilai tambah rendah.

"Sebagian besar belanja modal perusahaan tambang saat ini memang diarahkan untuk pembangunan HPAL karena fasilitas ini akan menjadi tulang punggung ekosistem kendaraan listrik. Sejauh ini, MIND ID melalui Vale termasuk yang paling agresif mengembangkan proyek tersebut," ujar Ferdy.

Ia menambahkan pemerintah bersama Danantara Indonesia juga terus mempercepat agenda hilirisasi melalui dukungan investasi pada proyek-proyek strategis. Menurutnya, konsistensi investasi menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing Indonesia di tengah persaingan global dalam industri baterai dan kendaraan listrik.

"Beberapa perusahaan nikel swasta memang tidak terlalu agresif dalam dua tahun terakhir, kemungkinan dipengaruhi dinamika regulasi. Karena itu, keberlanjutan proyek-proyek hilirisasi menjadi penting untuk menjaga momentum investasi," katanya.

Selain memperkuat industri pengolahan mineral, proyek hilirisasi juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang lebih luas melalui peningkatan aktivitas usaha di daerah, penyerapan tenaga kerja, serta tumbuhnya rantai pasok lokal yang melibatkan pelaku usaha domestik. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow