Pengacara Respons Gerak Cepat Polda Sulteng Tangani Aduan Dugaan Pelanggaran ITE oleh Pemilik Sanctum Una-Una Eco Dive

Mohamad Natsir Said, SH., MH, kuasa hukum dari Umar Tinambah, pemilik Resort Pristine Paradise, mengapresiasi gerak cepat penyidik Siber Polda Sulteng atas aduan kliennya terhadap dugaan pelanggaran UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) oleh Cedric Lievre, pemilik Sanctum Una-Una Eco Dive Resort di Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Unauna.

Agustus 16, 2026 - 16:19
Pengacara Respons Gerak Cepat Polda Sulteng Tangani Aduan Dugaan Pelanggaran ITE oleh Pemilik Sanctum Una-Una Eco Dive
Mohamad Natsir Said, SH., MH, kuasa hukum dari Umar Tinambah, pemilik Resort Pristine Paradise. FOTO: DOK.

 PALU, METROSULAWESI.NET-  Mohamad Natsir Said, SH., MH, kuasa hukum dari Umar Tinambah, pemilik Resort Pristine Paradise, mengapresiasi gerak cepat penyidik Siber Polda Sulteng atas aduan kliennya terhadap dugaan pelanggaran UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) oleh Cedric Lievre, pemilik Sanctum Una-Una Eco Dive Resort di Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Unauna.

“Laporannya sudah kami ajukan pada akhir bulan Juli lalu, dan pihak penyidik Siber Polda Sulteng sudah menerbitkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan kepada kami,” kata Natsir menjawab media ini, Minggu 16 Agustus 20926.

Sebelumnya, melalui kuasa hukumnya itu, Umar mengadukan Cedric atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial. “Klien kami merasa nama baiknya tercemar atas pesan yang disampaikan terlapor di media sosial,” kata Natsir.

Natsir menjelaskan, kasus ini berawal dari peristiwa musibah tenggelamnya kapal yang membawa sejumlah turis. Saat itu katanya, kliennya sempat menawarkan agar kapalnya digunakan untuk membantu, tetapi tidak mendapat tanggapan. Hingga akhirnya semua korban atau turis yang tenggelam berhasil diselamatkan.

Setelah semua selamat, kata Natsir, kliennya diminta untuk membantu mengangkut sejumlah turis ke Ampana setelah sempat mengalami musibah. “Saat itu, klien kami siap membantu dengan memberikan pinjaman speed boat, karena sifatnya bukan darurat lagi maka klien kami hanya meminta diisikan bahan bakar saja,” kata Natsir.

“Namun, klien kami malah dituding dengan bahasa yang kurang enak, bahkan  merugikan klien kami. Pesan itu disebarkan melalui media sosial, sehingga nama baik klien kami merasa sangat dirugikan,” tambah Natsir.

Kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial itu pun kemudian dilaporkan ke Polda Sulteng pada 31 Juli 2026. Atas aduan tersebut pada 14 Agustus 2026, Direktur Ressiber Polda Sulteng telah menerbitkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan. Di surat itu kata Natsir, pihak penyidik segera akan melakukan penyelidikan, dan mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Tanggapan Pihak Cedric

Terpisah, Ito Lawputra, kuasa hukum dari  Cedric Lievre yang dikonfirmasi mengatakan perseoalan tersebut, sebenarnya adalah serangkaian percakapan di grup WhatsApp yang isinya para pengelola resort di sekitaran pulau di Togean itu. “Pada saat terjadi insiden kecelakaan beberapa belas penumpang, sejumlah pengelola resort saling memberikan dukungan berupa peminjaman perahu untuk membantu pencarian korban. Pak Umar termasuk salah satunya,” jelas Ito.

Eentah kenapa lanjut Ito, di saat paling genting ketika mereka masih berusaha menemukan Un, kapten kapal penumpang yang juga masih berstatus hilang, Umar malah tiba-tiba mengirimkan pesan lewat orang lain ke manajemen kliennya untuk menagihkan uang bensin dan sewa perahunya sekitar Rp6 jutaan.

“Sebagai suatu tindakan solidaritas bersama menolong korban, pak Cedric marah dan berkomentar cukup keras di grup whatsapp itu, menegur dan menyayangkan bahwa kok masih bisa kepikiran cari untung di saat seperti itu,” jelas Ito.

Selama ini kata Ito, meskipun memang Cedric dikenal sebagai orang yang suka blak-blakan kalau ngomong atau mengkritik sesuatu, tetapi secara nyata, ia mengelola Sanctum, resortnya dengan sangat baik, dan humanis.  Ia banyak memberikan hak-hak yang sangat layak kepada pekerjanya, juga tidak segan-segan membantu masyarakat sekitar

Menurut Ito, Sanctum Una Una Resort saat ini mempekerjakan 43 karyawan langsung, di mana 42 orang di antaranya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan 36 orang merupakan warga asli Kepulauan Togean. Selain itu, terdapat delapan karyawan tidak langsung yang berbasis di Wakai, Ampana, Gorontalo, dan Manado.

Pihak manajemen memastikan seluruh hak pekerja terpenuhi di atas standar, mulai dari pemberian gaji minimum yang dijamin sepanjang tahun, jaminan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang ditanggung penuh, hingga bantuan biaya medis dan keuangan bagi keluarga karyawan. Karyawan juga mendapatkan fasilitas pelatihan profesional gratis, termasuk sertifikasi penyelaman rekreasi hingga jenjang Divemaster.

Tak hanya pada internal pekerja, Sanctum Una Una juga aktif memberikan dampak sosial bagi Pulau Una Una dan sekitarnya, seperti bantuan pemeliharaan masjid, dukungan kegiatan keagamaan dan perayaan hari besar nasional, pembiayaan tanpa bunga untuk armada kapal pelaku usaha lokal, serta penyediaan transportasi medis darurat gratis bagi warga yang membutuhkan.

Standar Keselamatan Tinggi dan Ramah Lingkungan

Dalam operasionalnya, Sanctum Una Una menerapkan standar keselamatan ketat berstandar Eropa. Seluruh kapal dilengkapi peralatan P3K, tabung oksigen darurat, serta jaket pelampung. Bahkan, tim Sanctum kerap menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan oksigen darurat bagi kapal atau resor lain di sekitar Kepulauan Togean yang mengalami kecelakaan.

Di bidang lingkungan, resor ini telah beralih ke energi bersih dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas lebih dari 60 kW untuk menekan jejak karbon. Sanctum juga menjalankan program rehabilitasi terumbu karang bekerja sama dengan Ocean Quest serta edukasi kesadaran lingkungan ke sekolah-sekolah lokal.

“Setelah insiden tersebut, karena tetap bertanggung jawab dengan baik mengurus para korban, Cedric juga mendapat surat apresiasi ini dari kedubes Ceko, pujian atas dia dan timnya  yang ikut terlibat membantu korban, di antaranya ada yang WN Ceko,” jelas Ito. (din)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow