Perintah Kadishub Sulteng ke Staf: Jangan Terima Media
Dalam era keterbukaan informasi publik saat ini, masih ada oknum pejabat yang alergi memberi keterangan kepada awak media.
PALU, METROSULAWESI.NET - Dalam era keterbukaan informasi publik saat ini, masih ada oknum pejabat yang alergi memberi keterangan kepada awak media.
Ini terungkap dari Dewi, Staf atau Sespri Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Sulteng, Sisliandy Ponulele, kepada awak media, Rabu, 4 Februari 2026.
"Perintah bapak, tidak menerima media, diarahkan ke sekretaris, bidang atau seksi saja," ungkapnya.
Pernyataan ini dilontarkan kepada awak media Tribun Palu dan Metro Sulawesi, yang ingin melakukan wawancara terkait program inovasi Kadishub Sulteng dalam 100 hari kerja pasca-dilantik Gubernur Anwar Hafid, beberapa waktu lalu.
Saat itu, awak media datang sekitar pukul 11.30 WITA. Saat tiba di kantor Dishub jalan Kartini Palu, awak media mendapati Sisliandy bersama jajarannya tengah bincang santai di depan pintu ruangannya.
Selang sekitar 20 menit, Sisliandy masuk ke lobby ruang kerjanya bersama Sekretaris Dishub Kamal Ariansyah. Saat bersamaan, Dewi Staf Sisliandy menemui awak media yang menanyakan maksud dan tujuan.
Saat momen inilah Dewi mengungkapkan bahwa sudah menjadi kebiasaan Kadishub tidak mau menerima awak media. Kata Dewi, hal ini sudah dilakukan Sisliandy sejak menjabat kepala dinas.
"Kita di sini sebagai sespri atau staf bapak hanya menyampaikan perintah bapak. Karena kalau tidak, kita yang kena nanti mas. Itu perintahnya bapak. Beda kalau pak Sumarno [Kadishub sebelumnya], biar tukang parkir diterima," ucap Dewi yang mengaku sudah lama menjadi sespri di Dishub Sulteng.
Diketahui, Sisliandy merupakan salah satu kepala OPD yang dilantik bersama 35 pejabat pimpinan tinggi pratama pada 31 Desember 2025.
Saat pelantikan tersebut, salah satu yang ditekankan Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, yaitu meminta para kepala OPD membuat inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat yang akan dievaluasi dalam 100 hari kerja.
Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Syahril Hantono
Apa Reaksimu?
