LKS Pendidikan Khusus Sulteng Berakhir, Juara Diminta Bersiap ke Tingkat Nasional

Tercatat sebanyak 33 Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Sulteng berpartisipasi dalam ajang ini. Mereka unjuk bakat dalam sembilan cabang lomba yang dipertandingkan, mulai dari tata kecantikan, tata busana, tata boga, hingga seni kriya.

Jun 12, 2026 - 11:58
LKS Pendidikan Khusus Sulteng Berakhir, Juara Diminta Bersiap ke Tingkat Nasional
Ajang Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Pendidikan Khusus tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2026 berakhir pada Kamis (11/6/2026). FOTO: IST

PALU, METROSULAWESI.NET – Ajang Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Pendidikan Khusus tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2026 berakhir pada Kamis (11/6/2026). Kegiatan berlangsung sejak 9 Juni bertempat di Aula Dinas Pendidikan Sulteng, Jl. Setia Budi, Kota Palu.

Tercatat sebanyak 33 Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Sulteng berpartisipasi dalam ajang ini. Mereka unjuk bakat dalam sembilan cabang lomba yang dipertandingkan, mulai dari tata kecantikan, tata busana, tata boga, hingga seni kriya. 

Seluruh materi lomba didesain khusus untuk mengakomodasi kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus (tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autis).

​Kepala Bidang Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus, dan Inovasi Pendidikan (PKPLK) Dinas Pendidikan Sulteng, Muhammad Warsita, menyatakan bahwa para peraih juara pertama akan langsung dipersiapkan untuk mewakili daerah di tingkat nasional.

"Puncak kegiatan LKS Pendidikan Khusus pada hari ini. Dari sembilan mata lomba, kita sudah mengantongi nama-nama juara. Kita berharap adik-adik kita ini terus mengasah diri agar siap membawa nama baik Sulawesi Tengah di kancah nasional," ujar Warsita kepada awak media, Kamis (11/6/2026).

​Warsita memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para peserta tahun ini. Pada cabang tata boga, misalnya, para siswa sukses memikat juri lewat kreasi kue tart yang estetik. 

Sementara di cabang seni kriya, salah satu siswa asal Paleleh, Kabupaten Buol, berhasil menyabet juara pertama lewat produk kerajinan suvenir berbahan dasar tempurung kelapa.

​"Siswa dari Paleleh ini dalam kesehariannya memang produktif membuat gantungan kunci dari batok kelapa. Potensi-potensi riil seperti inilah yang ingin kita angkat," tambahnya.

Lebih lanjut, Warsita berharap keterampilan ini tidak sekadar mandek di level kompetisi, melainkan menjadi modal kemandirian ekonomi bagi para siswa setelah lulus sekolah. Sebagai bentuk dukungan konkret, Dinas Pendidikan Sulteng berencana memamerkan karya-karya terbaik para siswa ini pada peringatan Hari Disabilitas Internasional mendatang.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Firmanza Dg. Parebba, menegaskan bahwa LKS ini bukan sekadar urusan menang atau kalah, melainkan ruang penting untuk membangun rasa percaya diri siswa.

"Kegiatan ini membuktikan bahwa anak-anak kita memiliki kemampuan yang luar biasa jika diberikan ruang dan kesempatan yang setara. Mereka mampu menghasilkan karya yang membanggakan," tegas Firmanza saat menutup kegiatan.

​Ia memastikan Pemerintah Provinsi Sulteng berkomitmen penuh untuk terus mendukung ekosistem pendidikan khusus. Tujuannya agar semakin banyak anak berkebutuhan khusus di Sulteng yang mampu berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

​"Selamat kepada para pemenang. Persiapkan diri dengan matang untuk tantangan berikutnya di tingkat nasional," pungkas Firmanza. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow