PW ISNU Sulteng Akan Gelar Santri Future Festival 2026

Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Sulawesi Tengah akan menggelar Santri Future Festival 2026 pada 22–25 Oktober 2026 di Palu.

Sep 24, 2026 - 08:00
PW ISNU Sulteng Akan Gelar Santri Future Festival 2026
Pertemuan pengurus PW ISNU Sulteng dengan KADIN Sulteng, Selasa (22/9/2026). (Foto: PW ISNU Sulteng)

PALU, METROSULAWESI.NET - Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Sulawesi Tengah akan menggelar Santri Future Festival 2026 pada 22–25 Oktober 2026 di Palu.

Festival tersebut mengangkat tema besar penguatan kapasitas santri dengan sejumlah agenda, yakni: Santri Think berupa Dialog Pemberdayaan Pesantren; Santri Digital Literasi, inovasi dan teknologi; Santri Entrepreneur dan Pengembangan kewirausahaan santri; Ekspo Produk UMKM Pesantren, Debat Kitab Kuning, Debat Fiqh/Bahtsul Masail.

Khusus Ekspo Produk UMKM Pesantren, PW ISNU Sulteng akan menjadikannya sebagai ruang untuk memperkenalkan dan mempertemukan produk-produk pesantren dengan masyarakat, dunia usaha dan berbagai jejaring potensial.

Membangun ekosistem, bukan sekadar event, Sahran menegaskan bahwa Santri Future Festival tidak diarahkan sekadar menjadi kegiatan seremonial. Festival tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun ekosistem kewirausahaan pesantren secara berkelanjutan.

“Festival ini adalah momentum untuk memetakan potensi ekonomi pesantren. Setelah itu harus ada tindak lanjut berupa pendampingan, inkubasi usaha, akses pasar dan kemitraan. Jadi kita tidak berhenti pada expo, tetapi membangun ekosistem,” jelas Ketua PW ISNU Sulteng Sahran Raden, Selasa (22/9/2026).

Dalam kerangka tersebut, PW ISNU Sulteng membuka peluang kolaborasi dengan KADIN, pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas ekonomi kreatif dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan model pengembangan ekonomi pesantren yang sesuai dengan karakteristik Sulawesi Tengah.

Gufron Ahmad dan Sahran Raden memiliki perhatian yang sama bahwa pengembangan ekonomi pesantren harus berorientasi pada keberlanjutan.

Pesantren diharapkan mampu mengembangkan unit-unit usaha produktif yang dikelola secara profesional dan melibatkan santri sebagai bagian dari proses pembelajaran kewirausahaan.

Dengan demikian, pesantren tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kapasitas keagamaan, tetapi juga generasi yang mampu menciptakan inovasi, mengembangkan usaha dan membuka lapangan pekerjaan.

“Santri masa depan harus mampu membaca kitab sekaligus membaca perubahan zaman. Menguasai ilmu agama, teknologi dan kewirausahaan. Dari pesantren kita ingin lahir generasi yang berilmu, berdaya dan berkarya,” kata Sahran.

Pertemuan KADIN Sulteng dan PW ISNU Sulteng tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun konektivitas antara pesantren, santri, dunia usaha dan ekonomi daerah.

Dari ruang pendidikan pesantren, diharapkan lahir produk-produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi, sekaligus generasi santri yang mampu menjadi pelaku utama pembangunan.

Reporter: Syahril Hantono 

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow