Novalina: Pintu Karir Terbuka Lebar Bagi Seluruh Kader Terbaik

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, yang juga Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Novalina memaparkan bahwa dari total 85 peserta yang mendaftar dan dinyatakan lolos administrasi pada seleksi JPT Pratama, 19 peserta atau sekitar 22 persen di antaranya merupakan perempuan.

Mar 31, 2026 - 08:00
 0
Novalina: Pintu Karir Terbuka Lebar Bagi Seluruh Kader Terbaik
Sekdaprov Sulteng yang juga ketua Pansel JPT Pratama, Novalina. (Foto: Humas Pemprov)

PALU, METROSULAWESI.NET - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, yang juga Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Novalina memaparkan bahwa dari total 85 peserta yang mendaftar dan dinyatakan lolos administrasi pada seleksi JPT Pratama, 19 peserta atau sekitar 22 persen di antaranya merupakan perempuan.

"Faktanya, angka ini menunjukkan bahwa ruang sudah terbuka. Kami sangat mengapresiasi keberanian dan dedikasi 19 rekan ASN perempuan yang telah mengambil bagian dalam proses ini untuk ikut berkompetisi,” kata Novalina menanggapi isu kesetaraan dalam seleksi JPT Pratama. 

Namun lanjut Novalina, panitia seleksi tidak bisa memaksakan angka persentase tertentu jika dari sisi partisipasi pendaftar sejak awal memang terbatas.

Novalina mengatakan, Pemprov Sulteng tidak hanya menjunjung tinggi kesetaraan gender sebagai prinsip norma penyelenggaaran pemerintahan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh proses seleksi berlangsung secara terbuka, objektif, dan bebas dari diskriminasi.

“Seleksi ini dirancang untuk memberikan ruang yang sama bagi seluruh ASN, baik laki-laki maupun perempuan. Tidak ada satu pun ketentuan yang membatasi berdasarkan gender. Siapa pun yang memenuhi kualifikasi, memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi,” tegasnya.

Menurutnya, keterwakilan perempuan dalam birokrasi tidak semata ditentukan oleh kebijakan afirmatif, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh partisipasi aktif dan kesiapan individu untuk mengambil peran strategis.

Lebih lanjut, Novalina menjelaskan bahwa meski keterwakilan perempuan penting secara simbolis dan substantif, Pansel memiliki tanggung jawab moral untuk mengutamakan keunggulan kompetensi secara komprehensif. Hal ini dikarenakan pejabat yang terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab besar dalam melaksanakan kebijakan dan pelayanan publik bagi masyarakat Sulawesi Tengah dalam jangka panjang.

"Kami tidak hanya mencari pengisi jabatan, tapi mencari pemimpin yang kompeten. Pemenuhan keterwakilan 30% tidak boleh dilakukan dengan mengabaikan standar kualitas kepemimpinan. Ke depan, tantangan birokrasi semakin kompleks, sehingga kapasitas dan kapabilitas menjadi tolok ukur utama yang tidak bisa ditawar," tegasnya.

Sebagai sosok perempuan yang menduduki jabatan tertinggi di birokrasi provinsi, Sekda menepis adanya anggapan diskriminasi gender dalam tim pansel. Justru keberadaan beliau sebagai Ketua Pansel adalah bukti nyata bahwa Pemprov Sulteng sangat menghargai peran perempuan di posisi strategis.

“Kesempatan itu nyata. Tinggal bagaimana kita mendorong lebih banyak kader terbaik untuk berani tampil dan berkompetisi,” pungkasnya.

"Saat ini proses masih berjalan dan masih ada tahapan uji publik. Semua masukan dari masyarakat akan kami himpun sebagai bahan pertimbangan Bapak Gubernur selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk menentukan pilihan terbaik bagi kemajuan Sulawesi Tengah," tutupnya. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow