Gubernur Akan Dilantik sebagai Tomaoge Panjaliku Ntodea
Rapat persiapan pelantikan Pengurus Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) Provinsi Sulteng yang dirangkaikan Silaturahmi Akbar Pemangku Adat se-Sulawesi Tengah, berlangsung di Palu pada Jumat, 27 Maret 2026.
PALU, METROSULAWESI.NET - Rapat persiapan pelantikan Pengurus Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) Provinsi Sulteng yang dirangkaikan Silaturahmi Akbar Pemangku Adat se-Sulawesi Tengah, berlangsung di Palu pada Jumat, 27 Maret 2026.
Pertemuan ini fokus membahas persiapan teknis pelantikan sekaligus agenda silaturahmi akbar. Ketua FKPA Provinsi Sulawesi Tengah, Husen Habibu, memimpin rapat didampingi Sekretaris Suaib Djafar dan Bendahara Sitti Norma Mardjanu.
Turut hadir perwakilan Dewan Adat dari Kota Palu, Kabupaten Donggala, Poso, dan Sigi, sementara jajaran pengurus lainnya mengikuti jalannya diskusi secara daring melalui platform Zoom Meeting.
Husen Habibu dalam arahannya menegaskan bahwa kesiapan panitia sangat krusial demi menyukseskan perhelatan tersebut. Menurutnya, acara ini memegang peran penting bagi eksistensi adat di Sulteng.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum mempererat persatuan dan memperkuat peran pemangku adat dalam mendukung pembangunan daerah,” tegas Husen.
Ia mengimbau seluruh pihak untuk berkolaborasi aktif, mengingat lembaga adat memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai kearifan lokal di tengah dinamika pembangunan yang terus berjalan.
Dalam pertemuan terungkap kegiatan utama dijadwalkan pada 12 April 2026 di Best Western Coco Palu dengan mengusung misi besar mempertemukan seluruh pemangku adat di wilayah Sulawesi Tengah.
Selain pelantikan resmi kepengurusan FKPA, terungkap pula agenda strategis lainnya yaitu prosesi pelantikan Gubernur Sulawesi Tengah sebagai Tomaoge Panjaliku Ntodea.
Ini merupakan gelar kehormatan yang memiliki makna strategis dan bentuk penghormatan masyarakat adat kepada seorang pemimpin atau tokoh. Gelar kehormatan suku Kaili ini diberikan sebagai langkah nyata untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga-lembaga adat setempat.
Olehnya, melalui koordinasi dalam rapat ini, FKPA berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses. Hasil akhirnya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi penguatan kelembagaan adat serta berkontribusi langsung pada peningkatan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) di Sulawesi Tengah.
Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

