Gelar Dialog Bersama, FKUB dan BAMAG LKKI Perkuat Kerukunan Beragama di Kota Palu

Kegiatan yang mengusung tema "Kota Palu Rumah Kita, Tanggung Jawab Kita" ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerukunan serta kolaborasi antarumat beragama di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Mei 18, 2026 - 15:03
 0
Gelar Dialog Bersama, FKUB dan BAMAG LKKI Perkuat Kerukunan Beragama di Kota Palu
Tampak foto bersama usai kegiatan Dialog di Gedung GKMI Bunga Bakung, Kota Palu, Senin (18/5/2026). FOTO: MICHAEL
Gelar Dialog Bersama, FKUB dan BAMAG LKKI Perkuat Kerukunan Beragama di Kota Palu

PALU, METROSULAWESI.NET – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palu bekerja sama dengan Badan Musyawarah Antar Gereja - Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI) Kota Palu menggelar acara Dialog Bersama di Gedung GKMI Bunga Bakung, Kota Palu, Senin (18/5/2026). 

Kegiatan yang mengusung tema "Kota Palu Rumah Kita, Tanggung Jawab Kita" ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerukunan serta kolaborasi antarumat beragama di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Acara ini dibuka oleh Wali Kota Palu diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu, Abidin. Kehadiran pemerintah kota dalam dialog ini menegaskan komitmen kuat dalam mendukung keharmonisan dan toleransi di tengah masyarakat yang plural.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan untuk FKUB Kota Palu dan BAMAG LKKI Kota Palu yang terus berperan aktif dalam menjaga komunikasi lintas agama, mempererat persaudaraan, dan menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan umat beragama di Kota Palu,” ujar Abidin.

​Ketua BAMAG LKKI BPD Kota Palu, Pdt. Pinkan Dortje Wagiu, S.Th, menerangkan bahwa tema dialog kali ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, baik umat, pemerintah, maupun sipil untuk bersama-sama menjaga kerukunan beragama di Kota Palu.

"Melalui dialog hari ini, kita membahas tiga hal krusial, yaitu bagaimana menjaga toleransi antarumat beragama, pentingnya legalitas tanah rumah ibadah untuk kepastian hukum, serta legalitas organisasi kemasyarakatan atau keagamaan sesuai dengan peraturan yang berlaku," jelas Pdt Pinkan dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Palu, H. Ismail Pangeran, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya terobosan dan kolaborasi nyata di tengah keterbatasan anggaran yang ada. Ia mengungkapkan bahwa ide kolaborasi dengan organisasi keagamaan muncul sebagai solusi agar program kerukunan tetap berjalan eksis.

"Ketika kita diterpa badai refocusing (anggaran), maka jika saya berdiam diri itu salah. FKUB bukan dipangkas anggarannya, tapi dicabut sampai ke akar-akarnya. Oleh karena itu, salah satu ide saya adalah kita harus berkolaborasi dengan organisasi keagamaan, termasuk umat Kristen," ujar Ismail disambut tepuk tangan peserta.

​Ketua FKUB Palu mengapresiasi kondisi keamanan Kota Palu yang saat ini telah kondusif dan damai. Ia mengingatkan agar semua pihak tidak terlena dan terus merawat kedamaian tersebut, seperti halnya merawat sebuah taman yang indah.

​"Dari tahun 2021 sampai hari ini, Kota Palu masuk dalam 10 besar kota yang rukun dan damai di Indonesia. Ini bukan hanya kerja FKUB, tapi kerja seluruh tokoh masyarakat dan elemen warga Kota Palu," tambahnya.

​Dialog strategis ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten untuk memberikan pemaparan teknis, di antaranya Kepala Badan Kesbangpol Kota Palu, Perwakilan Kepala Kantor ATR/BPN Kota Palu, Ketua FKUB Kota Palu, serta Ketua BAMAG LKKI BPD Kota Palu.

Melalui kehadiran pihak BPN, diharapkan jemaat dan pengurus rumah ibadah yang hadir mendapatkan kejelasan mengenai prosedur dan persyaratan teknis terkait legalitas sertifikasi tanah rumah ibadah guna menghindari konflik hukum di kemudian hari.

​Acara yang berlangsung dengan penuh keakraban ini dihadiri oleh para perwakilan pendeta, opsir, pimpinan jemaat gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengawas penyelenggara Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Palu. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow