DPRD Donggala Berharap Operasioanl Kapal Pelni di Donggala Tidak Meleset dari Jadwal
Wakil ketua II DPRD Aziz Rauf berharap jadwal kapal pelni bersandar dipelabuhan Donggala tidak meleset dari waktu yang ditentukan. Olehnya kata politisi Gerindra itu DPRD Donggala akan mengawal ketat kepastian estimasi operasional kapal PELNI
DONGGALA, METROSULAWESI.NET- Wakil ketua II DPRD Aziz Rauf berharap jadwal kapal pelni bersandar dipelabuhan Donggala tidak meleset dari waktu yang ditentukan.
Olehnya kata politisi Gerindra itu DPRD Donggala akan mengawal ketat kepastian estimasi operasional kapal PELNI yang disebutkan oleh perwakilan Pelni pada Juni mendatang. Karena masih menurut aziz rauf Dalam rapat dengar tersebut, terungkap sejumlah alasan utama mengapa kapal penumpang milik BUMN tersebut belum bisa beroperasi meski izin rute sudah ada.
Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) menjelaskan bahwa secara administratif seluruh prosedur telah rampung, namun kendala teknis masih ditemukan di lapangan.
"Secara administrasi sudah selesai di KSOP. Namun, masih ada pekerjaan rumah terkait persiapan fasilitas pelabuhan yang dikerjakan pihak ketiga. Kita butuh fasilitas tersebut memenuhi syarat agar layak disandari kapal PELNI. Inilah yang menyebabkan operasional belum bisa dilakukan dalam waktu dekat," ujarnya lagi.
Selain kendala fasilitas fisik, hambatan lain muncul dari sisi birokrasi internal perusahaan. Pihak PT PELNI Cabang Palu menyatakan tidak memiliki kewenangan penuh untuk menentukan tanggal pasti operasional karena seluruh keputusan terkait pemindahan rute kapal merupakan kewenangan mutlak dari kantor pusat di Jakarta.
"Pihak PELNI tadi belum mampu memberikan tanggal pasti karena mereka masih menunggu keputusan pusat, mereka baru bisa memberi estimasi pada bulan Juni. Oleh karena itu, DPRD secara lembaga akan mengeluarkan surat resmi sebagai rujukan bagi kantor cabang untuk mendesak pusat agar proses ini dipercepat," bebernya.
“Sebagai langkah pengawalan, DPRD Donggala berencana mengundang kembali pihak PELNI, KSOP, serta penanggung jawab fasilitas pelabuhan pada awal Juni mendatang. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengecek progres akhir pekerjaan fisik di pelabuhan sebelum jadwal operasional resmi ditetapkan,” tutupnya. (anc)
Apa Reaksimu?

