Daftar Harga Menu di Tanjung Karang Sempat Viral, Untuk Menghindari Itu Ketua APINDO Sarankan Ini
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra menyarankan kepada para pelaku usaha di kawasan wisata Tanjung Karang membuat daftar harga jualannya.
DONGGALA, METROSULAWESI.NET- Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra menyarankan kepada para pelaku usaha di kawasan wisata Tanjung Karang membuat daftar harga jualannya. Dengan begitu para pengunjung di tempat wisata itu mengetahui harga makanan atau minuman yang dipesannya.
“Sebaiknya ibu membuat daftar harga jualannya, lalu ditempel di tempat yang mudah dilihat. Dengan cara seperti itu, tidak akan ada pengunjung yang membeli mengeluh seperti yang viral di media sosial,” kata Wijaya Chandra.
Ko Awi, panggilan akrab Wijaya Chandra, menyayangkan adanya keluhan harga jualan pelaku usaha di kawasan wisata itu yang viral di media sosial. Ia meminta upaya UMKM di tempat wisata itu harus didukung, dan ia sangat yakin para penjual tidak akan mempermainkan harga yang lebih mahal.
Saran itu dikemukakan kepada Norma pemilik Warung Mutiara di objek wisata Tanjung Karang, Jumat (8/5) siang. Mendengar saran itu, Norma, ibu muda yang ramah itu sependapat. Ia sempat tertawa dan mengingat isu harga yang mahal dan viral di media sosial.
Kemudian ia menceritakan pengalamannya sehari-hari melayani tamu. Misalnya, ada tamu yang ingin memesan ikan bakar. Ia persilakan memilih ikan yang diinginkan, kemudian diberitahu harganya.
“Kalau ikan bakar harganya bisa berubah-ubah karena menyesuaikan dengan harga pasar. Kalau harga di pasar naik, pastilah harga kami juga akan naik sesuai harga di pasar,” kata Norma.
“Jadi, sebenarnya pembeli tahu harga menu yang dipesannya. Makanya, ia juga kaget ada pembeli kaget dengan harga pesanannya dan beredar di media sosial,” tambah Norma.
Norma juga menjelaskan, besaran harga ikan bakar yang dijualnya sudah komplit. Artinya, ikan bakar sudah dengan nasi, sambal, sayur, kerupuk, sampai air minum isi ulang.
Sama dengan menu lainnya, misalnya pisang goreng. Rata-rata penjual di sini menjualnya Rp25 ribu per porsi. Mungkin ada juga yang menjualnya lebih dari itu karena bahan baku dan biaya operasionalnya yang tinggi.
“Pengunjung sangat disarankan untuk menanyakan harga terlebih dahulu atau nego harga sebelum memesan. Sistem porsi juga bisa disesuaIkan dengan budget, misalnya minta beli Rp10 ribu,” kata lagi Ko Awi.
Terkait isu tarif sewa gazebo yang disebut mencapai Rp 500 ribu, Norma membantah isu itu, tidak benar.
“Harga sewa gazebo umumnya berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu dan masih bisa dinegosiasikan,” tambahnya. (*)
Apa Reaksimu?

