Sasar Penurunan Stunting, Tingkatkan Kapasitas Kader PLKB

Dalam upaya memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mempercepat penurunan angka stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan Bimbingan Penyusunan Program Bangga Kencana Lini Lapangan pada Senin, 11 Mei 2026.

Mei 16, 2026 - 06:25
 0
Sasar Penurunan Stunting,  Tingkatkan Kapasitas Kader PLKB
Suasana Bimbingan Penyusunan Program Bangga Kencana Lini Lapangan pada Senin, 11 Mei 2026. FOTO: IST

PALU, METROSULAWESI.NET - Dalam upaya memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mempercepat penurunan angka stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan Bimbingan Penyusunan Program Bangga Kencana Lini Lapangan pada Senin, 11 Mei 2026.

​Acara dibuka Kepala DP2KB Provinsi Sulawesi Tengah, Herri. Dalam sambutannya menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan SDM dan meningkatkan kapasitas kader PLKB agar mampu merencanakan dan menggerakkan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan juga menurunkan angka stunting di Provinsi Sulawesi Tengah.

"Saya perlu tekankan pentingnya peran kader di lini lapangan," ujarnya.

Turut mendampingi dalam pembukaan, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Advokasi dan KIE, Sulaeha, serta Kepala DP2KB Kabupaten Sigi, Riadin.

Melalui pertemuan ini, para kader diharapkan mampu merencanakan dan menggerakkan program Bangga Kencana secara lebih efektif demi menurunkan angka stunting di wilayah Sulawesi Tengah.

Diketahui, Pemprov telah menargetkan penurunan kasus stunting Sulawesi Tengah ke angka 19 persen tahun ini. Angka tersebut dikejar dari prevalensi saat ini yang tercatat masih di angka 26,1 persen.

​Dalam sesi materi, Kepala Sub Bagian Perencanaan, Keuangan, dan Aset DP2KB Kabupaten Sigi, Mazna, dihadirkan sebagai narasumber untuk memaparkan penguatan program Bangga Kencana.

Fokus utama pembahasan meliputi penguatan ketahanan keluarga, pemanfaatan teknologi melalui digitalisasi, serta integrasi data kependudukan melalui aplikasi SIGA.

Penggunaan aplikasi ini dinilai sangat bermanfaat agar intervensi program menjadi lebih tepat sasaran karena didasarkan pada pengambilan keputusan berbasis data yang akurat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

​Pelatihan ini diikuti oleh 15 orang kader PLKB yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sigi. Melalui bimbingan teknis ini, pemerintah berharap dapat mewujudkan keluarga yang lebih berkualitas, mempercepat penurunan angka stunting, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.

Dengan meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan, target kesejahteraan keluarga di Provinsi Sulawesi Tengah diharapkan dapat tercapai secara maksimal. (mic)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow