Tiga Tahun Pimpin Untad, Prof Amar Sebut Berhasil Meraih Capaian Strategis
Selama tiga tahun memimpin Universitas Tadulako (UNTAD), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng, mengklaim telah berhasil meraih capaian strategis dalam penguatan mutu akademik, tata kelola institusi, pengembangan infrastruktur, hingga perluasan kerja sama internasional selama tiga tahun terakhir memimpin Untad.
PALU, METROSULAWESI.NET – Selama tiga tahun memimpin Universitas Tadulako (UNTAD), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng, mengklaim telah berhasil meraih capaian strategis dalam penguatan mutu akademik, tata kelola institusi, pengembangan infrastruktur, hingga perluasan kerja sama internasional selama tiga tahun terakhir memimpin Untad.
Salah satu capaian penting sebut Rektor UNTAD itu, adalah raihan predikat “Akreditasi Unggul” untuk institusi Universitas Tadulako. Predikat tersebut menjadi tonggak baru dalam sejarah UNTAD setelah hampir 42 tahun sebelumnya hanya berada pada kategori akreditasi baik dan baik sekali.
Capaian itu sekaligus menempatkan UNTAD sejajar dengan sejumlah perguruan tinggi negeri besar lainnya di Indonesia. Bahkan pada akhir tahun 2025, UNTAD berhasil masuk dalam jajaran 35 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
“Semua capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika yang terus bersinergi membangun UNTAD,” ujar Prof Amar, Senin, 18 Mei 2026.
Selain peningkatan akreditasi institusi, Untad juga mencatat perkembangan signifikan pada aspek sumber daya manusia. Dalam dua tahun terakhir, jumlah guru besar atau profesor di lingkungan kampus bertambah sebanyak 76 orang.
Di bidang tata kelola, Untad turut memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan dan administrasi akademik, serta mendapatkan penghargaan keterbukaan informasi dari pemerintah pusat.
Transformasi digital juga menjadi salah satu fokus utama pengembangan kampus. Sistem administrasi perencanaan, pengelolaan keuangan, hingga layanan tridarma perguruan tinggi terus dikembangkan berbasis digital guna mendukung tata kelola yang lebih akuntabel, transparan, dan efisien.
Pada sektor kemahasiswaan, Untad berhasil masuk dalam 25 besar nasional capaian prestasi mahasiswa. Berbagai prestasi tersebut diraih melalui penguatan pembinaan akademik maupun nonakademik.
Di sisi lain, Untad juga terus memperluas kerja sama internasional dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga luar negeri, seperti di Jepang, China, Jerman, Australia, Serbia, hingga sejumlah negara Eropa lainnya. Kerja sama tersebut telah diimplementasikan melalui penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan akademik lintas negara.
Dalam pengembangan infrastruktur, Untad membangun berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, termasuk sarana olahraga, penguatan jaringan internet kampus, peningkatan sistem kelistrikan dan air bersih, hingga pembangunan fasilitas penunjang menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).
Pada tahun 2026, Untad juga direncanakan mulai membangun asrama mahasiswa berkapasitas 8.000 orang yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk kendaraan listrik hasil kerja sama internasional dengan China.
Program tersebut disebut sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kampus modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan yang mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi di Universitas Tadulako.
Penguatan sektor riset turut menjadi perhatian melalui pembangunan Nalodo Research Center yang diproyeksikan menjadi pusat penelitian likuefaksi pertama di Indonesia. Bersamaan dengan itu, pembangunan Rumah Sakit Untad serta embung pembelajaran bidang keairan dan perikanan juga terus berjalan.
Dari sisi pendapatan institusi, Untad mencatat peningkatan signifikan. Pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang pada tahun 2022 berada di kisaran Rp76 miliar meningkat menjadi sekitar Rp228 miliar pada akhir 2025, meskipun jumlah mahasiswa relatif stabil.
Peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian dari transformasi institusi melalui penguatan sistem remunerasi yang disebut termasuk salah satu yang tertinggi di kawasan timur Indonesia untuk perguruan tinggi negeri.
“Kami ingin Untad menjadi kampus yang unggul, tangguh, dan adaptif,” tegas Prof Amar.
Ia menambahkan, berbagai capaian tersebut masih menjadi bagian awal dari agenda besar transformasi institusi yang akan terus dilanjutkan demi memperkuat posisi Untad sebagai pusat pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan kawasan timur Indonesia. (mic)
Apa Reaksimu?

