Gandeng BEI, Hannah Asa Indonesia Latih Warga Donggala Cerdas Kelola Keuangan
Hannah Asa Indonesia menggelar Bootcamp Batch 130 bertema Financially Wise Family: Membangun Keluarga Cerdas Finansial, Menyiapkan Masa Depan di Gedung SDN 2 Banawa, Desa Loli Tasiburi, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis, 29 Oktober 2026.
DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Hannah Asa Indonesia menggelar Bootcamp Batch 130 bertema Financially Wise Family: Membangun Keluarga Cerdas Finansial, Menyiapkan Masa Depan di Gedung SDN 2 Banawa, Desa Loli Tasiburi, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan finansial keluarga di tingkat perdesaan.
Pelatihan yang dimulai pukul 15.30 WITA ini diikuti oleh 54 peserta. Dalam pelaksanaannya, Hannah Asa Indonesia menggandeng Pemerintah Desa Loli Tasiburi, Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tengah, serta mahasiswa KKN UIN Datokarama Palu untuk memberikan edukasi praktis mengenai pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
Kepala Desa Loli Tasiburi, Ludin, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, edukasi keuangan sangat penting agar masyarakat dapat membangun kebiasaan mengelola pendapatan dan pengeluaran secara terencana dari lingkungan rumah tangga.
Kami berharap masyarakat dapat menerapkan ilmu yang diperoleh, mulai dari mengatur pengeluaran rumah tangga, membiasakan menabung, hingga merencanakan kebutuhan masa depan, ujar Ludin.
Selain manajemen anggaran, bootcamp ini juga membekali warga agar waspada terhadap kejahatan keuangan digital dan investasi ilegal. Perwakilan BEI Sulawesi Tengah, Putri, mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan aspek legalitas lembaga keuangan sebelum menempatkan dana mereka.
Sebelum berinvestasi, penting untuk memastikan kebutuhan sehari-hari dan dana darurat telah dipersiapkan, memahami risiko investasi, serta memilih produk melalui lembaga yang berizin dan diawasi sesuai ketentuan, kata Putri.
Sementara itu, Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, menekankan bahwa cerdas finansial tidak diukur dari seberapa besar penghasilan, melainkan bagaimana uang tersebut dikelola dan diprioritaskan. Konsep ini diperkuat oleh Junior Trainer Hannah Asa Indonesia, Nadia, yang membagikan langkah praktis seperti rutin mencatat pemasukan dan memisahkan kebutuhan dari keinginan.
Hannah Asa Indonesia sendiri merupakan lembaga literasi keuangan, pemberdayaan perempuan muda, perencanaan keuangan syariah, dan pengembangan UMKM yang berdiri sejak 2021. Melalui program Smart Financial Journey, lembaga ini tercatat telah menjangkau lebih dari 20.000 penerima manfaat sepanjang periode 2021-2025. (*)
Apa Reaksimu?

