Jenguk Korban Bentrokan, Wagub Reny Serukan Warga Jaga Perdamaian

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido menjenguk korban bentrokan antarwarga yang dirawat di RSUD Undata, Kamis (29/10/2026), sekaligus melayat ke Jalan Anoa untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

Oktober 31, 2026 - 16:30
Jenguk Korban Bentrokan, Wagub Reny Serukan Warga Jaga Perdamaian
Wagub Reny Lamadjido di rumah duka korban bentrokan di Jalan Anoa, Kamis (29/10/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)

PALU, METROSULAWESI.NET - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido menjenguk korban bentrokan antarwarga yang dirawat di RSUD Undata, Kamis (29/10/2026), sekaligus melayat ke Jalan Anoa untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

Saat mengunjungi RSUD Undata, Reny melihat langsung kondisi para korban dan memberikan perhatian terhadap penanganan medis yang mereka butuhkan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga mendorong akses pelayanan kesehatan melalui program Berani Sehat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap para korban mendapatkan penanganan medis yang baik agar bisa segera pulih. Melalui program Berani Sehat, masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Reny.

Usai menjenguk korban, Reny melanjutkan kunjungan ke Jalan Anoa untuk menyampaikan simpati dan belasungkawa kepada keluarga yang berduka. Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah provinsi terhadap warga yang terdampak peristiwa bentrokan.

Di tengah suasana duka, Reny mengajak masyarakat untuk menahan diri dan tidak menyelesaikan persoalan melalui kekerasan. Menurutnya, bentrokan tidak hanya mengakibatkan korban luka maupun kehilangan nyawa, tetapi juga meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

“Jangan sampai ada lagi bentrokan yang menimbulkan korban dan membuat keluarga berduka. Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan kepala dingin, saling menghormati, dan mengutamakan musyawarah. Kita harus bersama-sama menjaga keamanan dan persaudaraan di Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Reny juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia mengimbau warga untuk mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan serta menyerahkan penanganan masalah hukum kepada pihak berwenang.

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, melainkan juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, ia berharap masyarakat dapat memperkuat rasa persaudaraan, saling menghormati, dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow