Respons Kesenjangan Data OJK, Hannah Asa Indonesia Genjot Literasi Syariah Gen Z di Palu
Hannah Asa Indonesia menggelar program Associate Wealth Planner Syariah (AWPS) Batch 18 di Hannah Homestay, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 29 Oktober 2026.
PALU, METROSULAWESI.NET - Hannah Asa Indonesia menggelar program Associate Wealth Planner Syariah (AWPS) Batch 18 di Hannah Homestay, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 29 Oktober 2026. Pelatihan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan terstruktur berbasis prinsip Islam.
Program ini menjadi sangat relevan menyusul rilis data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 oleh OJK, LPS, dan BPS. Survei tersebut menunjukkan adanya kesenjangan besar di sektor syariah, di mana indeks literasi keuangan syariah nasional baru mencapai 43,07% dengan indeks inklusi yang hanya berada di angka 13,24%. Sementara itu, kelompok pelajar dan mahasiswa tercatat memiliki indeks literasi keuangan umum sebesar 62,72% dan inklusi 92,76%.
Founder Hannah Asa Indonesia sekaligus pemateri utama, Mardiyah, menekankan bahwa generasi muda perlu membangun cara pandang yang menyeluruh terhadap pengelolaan harta agar siap menghadapi masa depan.
Perencanaan keuangan syariah bukan hanya tentang bagaimana kita memperoleh dan mengembangkan harta, tetapi juga bagaimana kita menjaga, mengelola, dan mendistribusikannya secara bertanggung jawab sesuai prinsip syariah, ujar Mardiyah.
Dalam pelatihan AWPS Batch 18 ini, para peserta dibekali materi yang mencakup lima pilar utama keuangan syariah: perlindungan kekayaan (wealth protection), akumulasi kekayaan (wealth accumulation), pemeliharaan kekayaan (wealth preservation), distribusi kekayaan (wealth distribution), serta penyucian harta (wealth purification) melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Selain teori, mahasiswa juga dilatih secara praktis untuk mengelola arus kas, menyusun anggaran bulanan, hingga merencanakan proteksi finansial berbasis konsep takaful.
Manfaat edukasi ini dirasakan langsung oleh Nurajiza, salah satu mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Datokarama Palu yang menjadi peserta.
Terima kasih kepada Hannah Asa Indonesia. Melalui kegiatan ini, banyak ilmu yang saya pelajari. Awalnya tidak tahu menjadi tahu, ungkap Nurajiza.
Melalui program berkelanjutan seperti AWPS ini, Hannah Asa Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong literasi keuangan syariah sebagai keterampilan hidup (life skill) yang krusial bagi generasi muda di Palu dan wilayah Indonesia Timur. Langkah ini diharapkan mampu mencetak masyarakat yang tidak hanya cerdas finansial secara umum, tetapi juga mampu mewujudkan kesejahteraan yang selaras dengan nilai-nilai syariah. (*)
Apa Reaksimu?

