LKS Tripartit Palu Dorong Kuota Magang Gratis untuk Disabilitas
Lembaga Kerja Sama Tripartit (LKS Tripartit) Kota Palu kembali turun lapangan (Turlap), Rabu 28 Oktober. Seperti biasa turlap kali ini untuk memantau kondisi ketenagakerjaan dan penguatan hubungan industrial, di sejumlah perusahaan di Kota Palu.
PALU, METROSULAWESI.NET - Lembaga Kerja Sama Tripartit (LKS Tripartit) Kota Palu kembali turun lapangan (Turlap), Rabu 28 Oktober. Seperti biasa turlap kali ini untuk memantau kondisi ketenagakerjaan dan penguatan hubungan industrial, di sejumlah perusahaan di Kota Palu.
Tidak hanya memantau kondisi ketenagakerjaan, turlap LKS Tripatit Kota Palu kali ini sekaligus menjalankan program Pemerintah Kota Palu dalam hal peningkatan tenaga kerja dari disabilitas.
“Sebenarnya ini tugas kami (Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu). Namun, tidak ada salahnya kawan-kawan LKS Tripatit juga bisa berpartisipasi,” kata Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) Dinas Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan Kota Palu, Usman Da’i.
Seperti diketahui LKS Tripartit terdiri dari tiga unsur. Yakni: unrus pemerintah, serikat pekerja dan Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia).
Untuk memaksimalkan turlap kali ini, LKS Tripatit membagi dua tim. Tim pertama diketuai lansung Usman Da’i. Sedangkan tim dua diketuai Abdul Salam (mediator HI Dinas Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan Kota Palu). Tim satu ke wilayah Utara Kota Palu, sedangkan Tim dua ke wilayah Selatan.
Di Palu Utara, tim satu mendatangi kantor CV. Mandiri Agro Lestari, PT.Sunny Ice Cream dan perusahaan distributor minuman Cocacola. Tim LKS menanyakan beberapa hal terkait kondisi ketenagakerjaan yang ada di perusahaan itu. Termasuk di antaranya adalah menanyakan kesediaan perusahaan untuk menerima program magang tenaga kerja disabilitas dari Pemkot Palu.
“Program ini untuk memberdayakan saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Perusahaan tinggal menerima dan menyiapkan tempat saja. Sedangkan pembiayaannya ditanggung pemerintah,” kata Usman.
Sementara itu, tim dua yang dipimpin Abdul Salam mendatangi Hotel Khas, dan Grand Hero. Di dua tempat ini, tim LKS juga menanyakan kondisi tenaga kerja, sekaligus meminta kesediaan untuk menerima program pemagangan.
“Kami di sini belum ada tenaga kerja disabilitas. Tapi fasilitas hotel ini sudah ramah disabilitas,” HRD Hotel Khas Palu, Ida.
Terkait dengan program pemangan tenaga kerja disabilitas, Ida mengaku masih akan mengkonsultasikan ke manajemen.
“Persoalannya kami belum punya lowongan kerja yang cocok untuk disabilitas,” kata Ida menjawab pertanyaan Abdul Salam.
Salam mengatakan, sebelum dimagangkan ke perusahaan, peserta magang tenaga kerja disabilitas lebih dulu menjalani pelatihan khusus, yang disesuaikan dengan pekerjaan yang akan dilakukan.
“Jadi ketika dimagangkan, dia langsung bisa bekerja,” kata Salam.
Usai mengunjungi Hotel Khas, tim dua LKS melanjutkan ke Grand Hero. Swalayan ini rupanya sudah memperkejakan satu tenaga kerja disabilitas. Manajemen Grand Hero mendukung program pemagangan yang dilakukan Pemkot Palu. Namun untuk tenaga kerja disabilitas yang akan diterima masih akan didiskusikan dengan pimpinan Grand Hero.
Pewarta: Udin Salim
Apa Reaksimu?

