Hannah Asa Indonesia Latih Warga Kelola Kas dan Rintis Usaha Rumahan

Ketahanan ekonomi keluarga tidak hanya bertumpu pada seberapa besar pendapatan yang diperoleh, melainkan pada kecakapan dalam mengelola arus kas bulanan serta kejelian memanfaatkan peluang bisnis secara terencana. Fondasi inilah yang dicoba dibangun di tengah masyarakat perdesaan Kabupaten Donggala.

Oktober 28, 2026 - 08:30
Hannah Asa Indonesia Latih Warga Kelola Kas dan Rintis Usaha Rumahan
Hannah Asa Indonesia menggelar edukasi keuangan bertema “Keluarga Cerdas Finansial dan Memulai Usaha Rumahan, Langkah demi Langkah”. Kegiatan yang berlangsung di Masjid An-Nur, Dusun 1, Desa Sindosa, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (23/10/2026). (Foto: Istimewa)

DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Ketahanan ekonomi keluarga tidak hanya bertumpu pada seberapa besar pendapatan yang diperoleh, melainkan pada kecakapan dalam mengelola arus kas bulanan serta kejelian memanfaatkan peluang bisnis secara terencana. Fondasi inilah yang dicoba dibangun di tengah masyarakat perdesaan Kabupaten Donggala.

Melalui program Bootcamp 126, Hannah Asa Indonesia menggelar edukasi keuangan bertema “Keluarga Cerdas Finansial dan Memulai Usaha Rumahan, Langkah demi Langkah”. Kegiatan yang berlangsung di Masjid An-Nur, Dusun 1, Desa Sindosa, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (23/10/2026) ini diikuti oleh 50 peserta setempat.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Desa Sindosa, Arfandi, dengan menghadirkan Junior Trainer Hannah Asa Indonesia, Rahmadhina B., selaku narasumber utama.

Pentingnya Memahami Skala Prioritas Domestik

Dalam pemaparannya, Rahmadhina menekankan bahwa tidak ada rumus persentase tunggal alokasi anggaran yang cocok untuk semua rumah tangga. Setiap keluarga dituntut jujur dalam melihat kondisi keuangannya sendiri berdasarkan kapasitas pendapatan aktual dan pengeluaran riil bulanan.

"Perubahan besar bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti konsisten mencatat pemasukan dan pengeluaran, tegas membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan sebagian uang di awal untuk tabungan, bukan dari sisa belanja bulanan," jelas Rahmadhina.

Peserta juga dibekali pemahaman mendalam terkait mitigasi risiko utang dan kewaspadaan terhadap kejahatan digital. Warga diimbau untuk selalu memeriksa legalitas lembaga penyedia pinjaman, menghitung total kewajiban bunga, serta tidak sembarangan memberikan kode OTP kepada pihak luar guna menghindari penipuan finansial.

Membuka Peluang Usaha Tanpa Modal Besar

Selain manajemen kas domestik, Bootcamp 126 ini turut melatih warga untuk jeli mengamati potensi ekonomi di lingkungan sekitar tanpa harus terbentur kendala modal awal yang besar. Ide bisnis rumahan dapat dieksplorasi dari keterampilan yang sudah dimiliki, seperti memproduksi kue, menjahit, kerajinan tangan, jasa rias, hingga pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya komoditas harian seperti cabai dan sayuran.

Untuk memastikan keberlanjutan bisnis rintisan warga, narasumber membagikan formula perhitungan dasar akuntansi sederhana. Peserta diajarkan metode pemisahan arus kas, cara menghitung modal pokok, ongkos produksi, omzet penjualan, hingga margin keuntungan bersih yang logis agar modal usaha tidak habis terpakai untuk keperluan dapur harian.

Melalui edukasi yang menyasar langsung unit terkecil masyarakat ini, Hannah Asa Indonesia berharap warga Desa Sindosa memiliki kapasitas finansial yang adaptif untuk menghadapi kebutuhan mendesak sekaligus mandiri secara ekonomi secara bertahap. (din/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow