Bank Sulteng Optimalkan Layanan Keamanan Digital
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) tengah melakukan penyesuaian dan pemeliharaan (maintenance) sistem teknologi informasi secara menyeluruh. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen manajemen untuk memperkuat infrastruktur, menjaga keamanan transaksi, dan meningkatkan kualitas layanan digital bagi nasabah.
PALU, METROSULAWESI.NET - PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) tengah melakukan penyesuaian dan pemeliharaan (maintenance) sistem teknologi informasi secara menyeluruh. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen manajemen untuk memperkuat infrastruktur, menjaga keamanan transaksi, dan meningkatkan kualitas layanan digital bagi nasabah.
Direktur Utama Bank Sulteng, Hj. Ramiyatie, S.E., menjelaskan bahwa proses pemeliharaan sistem ini berdampak pada keterbatasan sejumlah layanan digital. Salah satunya adalah gangguan pada transaksi transfer antarbank melalui aplikasi Mobile Banking Bank Sulteng maupun melalui jaringan ATM Bersama.
"Kami memahami bahwa kondisi ini kenyamanan transaksi nasabah terganggu. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujar Ramiyatie saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Pusat Bank Sulteng.
Ia menegaskan bahwa percepatan pemulihan dan keberlangsungan layanan perbankan kini menjadi prioritas utama pihak manajemen. Guna mengantisipasi kendala tersebut, Bank Sulteng telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi operasional agar kebutuhan transaksi masyarakat tetap terpenuhi.
Layanan Kas Operasional Tetap Aman
Ramiyatie memastikan status layanan operasional harian di seluruh jaringan kantor Bank Sulteng hingga saat ini tetap aman dan berjalan lancar. Manajemen rutin melakukan koordinasi dengan seluruh kantor cabang untuk memastikan tidak ada kendala pelayanan di lapangan.
Untuk mengoptimalkan pelayanan selama masa pemeliharaan sistem, Bank Sulteng menerapkan beberapa kebijakan strategis, di antaranya:
Pembukaan Layanan Akhir Pekan dan Kas Keliling. Kantor cabang pembantu, kantor kas, dan layanan payment point di seluruh wilayah Sulawesi Tengah tetap membuka layanan kas pada hari Sabtu dan Minggu. Selain itu, kas keliling dikerahkan ke desa-desa untuk menjangkau masyarakat luas.
Pembebasan Biaya Transfer. Nasabah yang ingin melakukan transfer dana ke bank lain diarahkan menggunakan layanan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) tanpa dikenakan biaya transfer.
Optimalisasi Layanan Agen Bank Sulteng Pintar. Guna kelancaran pembayaran dana desa dan transaksi internal lainnya di wilayah pedesaan, Bank Sulteng memaksimalkan peran agen laku pandai (Bank Sulteng Pintar).
Selain layanan di kantor cabang, Bank Sulteng juga menyiagakan sekitar 150 unit mesin ATM, di mana 75 unit di antaranya telah diremajakan dengan mesin baru yang tersebar strategis di Kota Palu dan kabupaten lainnya. Melalui mesin ATM, nasabah tetap dapat melakukan penarikan tunai, transfer sesama rekening Bank Sulteng, pembelian pulsa, serta pembayaran listrik.
Sementara itu, fitur internal pada aplikasi mobile banking terpantau masih beroperasi dengan baik. Nasabah tetap bisa menggunakannya untuk transfer sesama Bank Sulteng, pembelian pulsa atau paket data, pembayaran tagihan listrik, hingga pengisian saldo dompet digital (top-up e-wallet) seperti OVO dan Dana. Layanan QRIS dan aplikasi penutupan daerah (Sika) juga dipastikan tetap berjalan normal untuk kebutuhan transaksi lokal.
Menanggapi isu yang beredar di media sosial mengenai adanya keluhan pelayanan yang tidak maksimal, Ramiyatie meluruskan bahwa situasi di lapangan sangat kondusif. Hingga saat ini, pihak bank belum menerima adanya komplain langsung secara fisik dari nasabah yang mendatangi kantor-kantor cabang.
Manajemen mengimbau nasabah untuk tetap tenang dan memanfaatkan kanal-kanal pelayanan alternatif yang telah disediakan selama proses penguatan sistem keamanan digital ini berlangsung.
Pewarta: Udin Salim
Apa Reaksimu?

