Kantongi Aset Rp16,2 T, Bank Sulteng Sangat Sehat, Fasilitas Digital Setara Bank Himbara

Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) menegaskan bahwa kinerja keuangan dan operasional perusahaan saat ini berada dalam kondisi sehat dan stabil, seiring komitmennya bertransformasi menjadi Bank Umum dengan fasilitas digital yang setara dengan bank-bank besar nasional.

Oktober 28, 2026 - 06:30
Kantongi Aset Rp16,2 T, Bank Sulteng Sangat Sehat, Fasilitas Digital Setara Bank Himbara
Direktur Utama Bank Sulteng, Hj Ramiyatie SE didampingi Direktur Kepatuhan, Judy Koagow dan sejumlah petinggi Bank Sulteng lainnya saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Bank Sulteng, Senin 26 Oktober 2026. (Foto: Humas Bank Sulteng)

PALU, METROSULAWESI.NET - Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) menegaskan bahwa kinerja keuangan dan operasional perusahaan saat ini berada dalam kondisi sehat dan stabil, seiring komitmennya bertransformasi menjadi Bank Umum dengan fasilitas digital yang setara dengan bank-bank besar nasional.

"Fasilitas digital tersebut mencakup Mobile Banking, QRIS, layanan Laku Pandai, hingga implementasi Digital Lounge dan Smart Branch yang telah hadir di tiga kabupaten,” kata Direktur Utama Bank Sulteng, Hj Ramiyatie SE kepada wartawan, Senin (26/10/2026).

Ramiyatie mengatakan, mengingat pentingnya era digitalisasi, manajemen menempatkan sektor Teknologi Informasi (IT) sebagai prioritas utama alokasi anggaran, termasuk yang bersumber dari dana penyertaan modal pemerintah daerah.

"Dulu IT mungkin dianggap sebagai unit pendukung di bagian belakang. Namun saat ini, jika IT gagal, maka bisnis perbankan juga akan gagal. Biaya pembangunan infrastruktur digital ini memang mahal, namun ini komitmen kami demi membangun sistem yang andal dan aman," tegas Ramiyatie.

Sebagai bank milik daerah yang saham kendalinya dipegang oleh Gubernur Sulawesi Tengah bersama para Bupati selaku pemegang saham, Bank Sulteng berkomitmen penuh untuk mengelola modal secara bertanggung jawab. Penguatan lini bisnis dan IT ini ditargetkan mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan agar dapat menyumbang dividen yang optimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Direktur Kepatuhan Bank Sulteng, Judy Koagow, mengungkapkan kinerja Bank Sulteng sangat baik. Indikator keuangan perusahaan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif hingga triwulan ketiga tahun ini.

"Kinerja Bank Sulteng saat ini baik-baik saja. Berdasarkan data per September 2026, total aset kita telah mencapai Rp16,2 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp9,6 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit yang diberikan tercatat sebesar Rp9,01 triliun dan laba bersih perusahaan telah menembus Rp306,6 miliar," jelas Judy.

Manajemen optimis target perolehan laba bersih sebesar Rp400 miliar hingga akhir tahun dapat terealisasi seiring dengan stabilitas ekonomi daerah yang terus terjaga.

Judy menglarifikasi keluhan nasabah mengenai kesulitan transaksi digital belakangan ini. Ia menekankan bahwa kendala tersebut murni disebabkan oleh proses pemeliharaan dan modernisasi sistem teknologi informasi (maintenance system), bukan karena permasalahan likuiditas atau ketiadaan dana.

Selama proses pembaruan ini, transaksi keluar (eksternal/antarbank) melalui mobile banking maupun jaringan ATM Bersama dinonaktifkan sementara waktu. Penonaktifan jalur digital ini bersifat prosedural untuk memastikan seluruh proses integrasi data berjalan tepat dan akurat. Salah satunya adalah penerapan fitur keamanan Manage Signing untuk melindungi data nasabah agar tidak disalahgunakan.

"Kami sengaja melibatkan asesor independen dari pihak ketiga serta berkoordinasi ketat dengan regulator (Bank Indonesia dan OJK) untuk melakukan assessment. Kami harus memastikan bahwa update sistem ini benar-benar aman sebelum dibuka kembali untuk publik dalam waktu dekat," tambahnya.

Guna mengantisipasi ketidaknyamanan nasabah, Bank Sulteng menerapkan kebijakan operasional khusus. Nasabah yang ingin melakukan penarikan tunai, transfer sesama rekening Bank Sulteng, maupun transaksi lokal lainnya tetap dapat dilayani secara manual.

Beberapa langkah mitigasi pelayanan yang diterapkan antara lain: Perpanjangan jam operasional kantor kas dan cabang hingga pukul 18.00 WITA pada hari kerja; Pembukaan layanan kas pada hari Sabtu dan Minggu (akhir pekan) untuk mengakomodasi kebutuhan mendesak nasabah; Optimalisasi jaringan mesin ATM internal Bank Sulteng, di mana nasabah tetap bisa melakukan penarikan tunai dan transfer sesama rekening Bank Sulteng.

"Uang nasabah di Bank Sulteng sangat aman. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan berharap rekan-rekan media dapat menjadi corong informasi yang benar bagi masyarakat. Transaksi digital akan segera kami normalkan secara bertahap setelah seluruh proses pengujian keamanan selesai," pungkas Judy. 

Pewarta: Udin Salim 

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow