Organda Dorong Digitalisasi Angkutan Dukung Target Zero ODOL 2027

Organisasi Angkutan Darat (Organda) mendorong digitalisasi sistem angkutan barang untuk mendukung target pemerintah mewujudkan zero over dimension over loading (ODOL) pada 2027 sekaligus meningkatkan keselamatan dan efisiensi transportasi nasional.

Juli 2, 2026 - 07:29
Organda Dorong Digitalisasi Angkutan Dukung Target Zero ODOL 2027
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda Adrianto Djokosoetono berbicara dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Organda 2026 di Jakarta, Selasa (30/6/2026). ANTARA/Harianto

JAKARTA, METROSULAWESI.NET- Organisasi Angkutan Darat (Organda) mendorong digitalisasi sistem angkutan barang untuk mendukung target pemerintah mewujudkan zero over dimension over loading (ODOL) pada 2027 sekaligus meningkatkan keselamatan dan efisiensi transportasi nasional.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda Adrianto Djokosoetono di Jakarta, Rabu, mengatakan adaptasi teknologi menjadi salah satu prioritas organisasi dalam mewujudkan tata kelola angkutan yang modern, transparan, dan akuntabel.

"Kami mendorong digitalisasi tiket, sistem logistik, hingga manifest elektronik (e-manifest) agar penyebab terjadinya kendaraan ODOL dapat ditelusuri secara jelas," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Adrianto dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Organda 2026 di Jakarta, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan penerapan sistem digital akan memudahkan pelacakan rantai distribusi, mulai dari identitas pemilik barang, pengangkut, asal muatan, hingga tujuan pengiriman.

Menurut dia, sistem tersebut akan membuat penanganan kendaraan ODOL lebih efektif karena seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengangkutan dapat diketahui dengan jelas.

Adrianto menilai pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan industri angkutan di tengah perkembangan zaman sekaligus memperkuat transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi transportasi.

"Pemilik barang, pengangkutnya, barangnya siapa, asalnya siapa, dan lain-lain. Jadi itu hal-hal yang memang memungkinkan di zaman yang penuh dengan teknologi ini," jelasnya.

Selain digitalisasi, Organda juga menjadikan keselamatan sebagai prioritas melalui sosialisasi Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) kepada pelaku usaha angkutan di berbagai daerah.

Ia berharap upaya tersebut dapat menekan angka kecelakaan secara bertahap sekaligus memperkuat budaya keselamatan dalam penyelenggaraan transportasi darat.

Adrianto mengatakan Organda akan terus menjadi wadah bagi pelaku usaha angkutan untuk memperjuangkan kepentingan anggotanya melalui koordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.

Menurut dia, keberlangsungan industri angkutan bergantung pada kepercayaan masyarakat sehingga kualitas pelayanan kepada penumpang maupun kelancaran distribusi barang harus terus ditingkatkan.

Ia mengingatkan pengalaman pada masa pandemi COVID-19 menunjukkan sektor transportasi memiliki peran vital dalam menjaga pergerakan ekonomi nasional ketika aktivitas masyarakat mulai kembali pulih.

Adrianto juga menilai berbagai tantangan yang dihadapi pelaku angkutan di berbagai wilayah menjadi pelajaran penting untuk memperkuat koordinasi dan mencari solusi bersama secara berkelanjutan.

Karena itu, Organda akan terus mempererat sinergi dengan pemerintah, asosiasi mitra, dan seluruh pemangku kepentingan guna menghadirkan kebijakan yang mendukung kemajuan sektor transportasi darat nasional.

Melalui semangat HUT ke-64, Organda optimistis transformasi digital, peningkatan keselamatan, dan soliditas organisasi akan memperkuat daya saing industri angkutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menegaskan implementasi kebijakan menuju zero ODOL 2027 harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan keselamatan transportasi dan efisiensi logistik nasional.

"Untuk mewujudkan zero ODOL 2027, permasalahan angkutan lebih dimensi dan lebih muatan tidak bisa lagi ditangani secara parsial, melainkan perlu ditangani secara menyeluruh dari hulu ke hilir," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan dalam keterangan di Jakarta, Rabu (8/4).

Menurut Aan, banyak yang melihat masalah ODOL hanya sebagai pelanggaran lalu lintas di jalan, tetapi dia menekankan semua pihak harus melihat hal itu sebagai persoalan keselamatan yang perlu ditangani dari hulu ke hilir karena ada ekosistem angkutan logistik di dalamnya. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow