Pesan Rektor Untad Wisuda ke-137: Jadilah Pohon Peneduh

Wisuda Angkatan ke-137 rangkaian Dies Natalis ke-45 Universitas Tadulako berlangsung di Auditorium Untad pada Kamis, 13 Agustus 2026. Sebanyak 1.300 wisudawan dan wisudawati dilepas siap mengabdikan ilmu pengetahuan demi kemajuan masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Agustus 15, 2026 - 09:30
Pesan Rektor Untad Wisuda ke-137: Jadilah Pohon Peneduh
Wisuda Angkatan ke-137 rangkaian Dies Natalis ke-45 Universitas Tadulako berlangsung di Auditorium Untad pada Kamis, 13 Agustus 2026. (Foto: Ist)

PALU, METROSULAWESI.NET - Wisuda Angkatan ke-137 rangkaian Dies Natalis ke-45 Universitas Tadulako berlangsung di Auditorium Untad pada Kamis, 13 Agustus 2026. Sebanyak 1.300 wisudawan dan wisudawati dilepas siap mengabdikan ilmu pengetahuan demi kemajuan masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Rektor Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan atas kegigihan dan perjuangan selama menempuh studi. Apresiasi khusus turut disampaikan kepada wisudawan terbaik tingkat universitas, Krsna Dharma Krinanca dari Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif 3,96 dengan masa studi 3 tahun 6 bulan 11 hari.

Prof. Amar menekankan peringatan Dies Natalis ke-45 menjadi momentum refleksi mendalam bagi seluruh civitas akademika untuk terus memperkuat komitmen penataan pendidikan bertaraf tinggi. 

Di hadapan ribuan wisudawan dan orang tua pendamping, ia mengingatkan agar momen kelulusan tidak dipandang sekadar sebagai akhir masa kuliah, melainkan gerbang awal dari pengabdian nyata di tengah dunia profesional maupun kemasyarakatan.

"Jangan pernah lupa kepada orang yang mendoakanmu ketika namamu belum dikenal oleh siapa pun. Jangan lupa kepada rumah tempat Saudara memulai perjalanan, dan jangan lupa kepada orang tua yang percaya kepada Saudara," ucap Prof Amar dalam pesannya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan pentingnya membawa pulang nilai-nilai substantif dari kampus, alih-alih hanya berfokus pada kelengkapan administratif semata. Amar mengingatkan bahwa masa perkuliahan adalah pembentukan karakter dan pengalaman yang membentuk kedewasaan berpikir.

"Jangan pulang hanya membawa ijazah. Pulanglah membawa kemampuan, pengalaman, dan karakter yang suatu hari nanti benar-benar bisa mengubah dunia. Pengorbanan orang tua dan perjuangan Saudara terlalu besar jika hasil akhirnya cuma selembar kertas yang diselipkan dalam stopmap," tegasnya.

Sejalan dengan semangat Dies Natalis ke-45, Universitas Tadulako terus menanamkan budaya kerja bersatu yang dirangkum dalam nilai KITA, yaitu Kolaboratif, Inovatif, Transformatif, dan Adaptif. Prof Amar mengimbau para alumni muda agar senantiasa membawa nilai-nilai kebermanfaatan tersebut ke manapun melangkah.

"Jadilah pohon yang memberi teduh. Karena mungkin kita tidak akan selalu melihat siapa yang menikmati keteduhan yang kita berikan. Tapi percayalah, kebaikan yang kita tanam tidak pernah benar-benar hilang. Tanamlah kebaikan hari ini agar generasi esok menemukan tempat untuk berteduh," pungkas Rektor Untad.

Reporter: Michael Simanjuntak 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow