Pertama di Untad, Digelar Museum Sulteng Goes To Campus
UPT Taman Budaya dan Museum Sulawesi Tengah menggelar kegiatan "Museum Sulawesi Tengah Goes to Campus" di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad), Senin (26/12/2026).
PALU, METROSULAWESI.NET - UPT Taman Budaya dan Museum Sulawesi Tengah menggelar kegiatan "Museum Sulawesi Tengah Goes to Campus" di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad), Senin (26/12/2026).
Kegiatan tersebut mengambil tema "Mengenal Sejarah dan Budaya Melalui Museum", dan dihadiri ratusan mahasiswa jurusan sejarah dan dosen.
Kepala UPT Taman Budaya dan Museum Sulawesi Tengah, Rim mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pertama kali gelar di perguruan tinggi Untad, sejak lembaga yang dipimpinnya berdiri tahun 1970-an.
Sebelumnya kegiatan sejenis digelar di sekolah-sekolah.
"Kegiatan ini bertujuan mengajak para mahasiswa untuk mengenal sejarah dan budaya daerah," kata Rim dalam sambutannya membuka kegiatan tersebut.
"Selain itu menjadikan museum sebagai ruang publik dan sumber pembelajaran yang seru, edukatif, serta relevan bagi generasi muda," lanjutnya.
Rim kemudian menjelaskan kegiatan Museum Goes To Campus digelar karena adanya pergeseran konsep museum dan collection oriented ke public oriented.
"Saat ini konsep museum berorientasi pada publik atau public oriented museum atau society-oriented. Artinya adanya pergeseran peran museum dari sekadar tempat penyimpanan dan perlindungan benda mati atau berorientasi koleksi, menjadi institusi yang aktif melayani, mendidik, dan melibatkan masyarakat luas," jelasnya.
Rim mengatakan, koleksi benda-benda di Museum Sulteng kini mencapai 7.000-an mulai dari geologika hingga teknologika.
Benda-benda koleksi tersebut bisa menjadi "hidup" yang memberi informasi melalui berbagai kajian.
"Tahun ini kami bersama dosen FKIP Untad bekerja sama melakukan kajian tentang arsitektur tradisional, kajian budaya pitanangan, dan kajian naskah-naskah kuno dan filologika," ujar Rim.
Rim mengatakan, pihaknya menginginkan koleksi yang ada di museum dikenal masyarakat. Sebab fungsi museum yakni sebagai tempat studi, penelitian, dan destinasi wisata yang edukatif.
"Kami harapkan Museum Sulawesi Tengah Goes To Campus terus berlanjut, apakah di Untad atau di perguruan tinggi lainnya. Kami harapkan mahasiswa dapat memanfaatkan keberadaan museum untuk menunjang studi para mahasiswa," katanya.
Kegiatan itu menghadirkan narasumber yakni Dekan FKIP Dr Jamaludin Mahmud MSi, Kaprodi Sejarah Dr Hasan M.Hum, dan Kepala UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng, Rim.
Pewarta: Syahril Hantono
Apa Reaksimu?

