Pemkot Buka Pesantren Sabtu Ahad IV TPA Ar-Rahman
Wali Kota Palu yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Palu, H. Usman, membuka kegiatan Pesantren Sabtu Ahad (PETUAH) IV Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Ar-Rahman di Taipa Beach, Kota Palu, Sabtu (24/10/2026).
PALU, METROSULAWESI.NET - Wali Kota Palu yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Palu, H. Usman, membuka kegiatan Pesantren Sabtu Ahad (PETUAH) IV Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Ar-Rahman di Taipa Beach, Kota Palu, Sabtu (24/10/2026).
Dalam sambutannya, Usman menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh pengurus TPA Ar-Rahman atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, PETUAH IV merupakan langkah penting untuk membentuk generasi muda yang cerdas secara intelektual, memiliki akhlak mulia, keimanan yang kuat, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Ia menekankan bahwa Pesantren Sabtu Ahad bukan sekadar pengisi waktu akhir pekan. Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi anak-anak untuk mendalami Al-Qur’an, memperluas wawasan keagamaan, membiasakan ibadah, serta menanamkan nilai kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan toleransi.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Bukan hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” ujar Usman.
Lebih lanjut, ia mengingatkan para peserta bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari prestasi akademik atau jabatan yang diraih, melainkan dari kemuliaan akhlak dan kebermanfaatannya bagi orang lain. Oleh karena itu, Usman mengajak seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menuruti nasihat para ustaz dan ustazah, menghormati orang tua, serta menyayangi sesama teman.
Pada kesempatan yang sama, apresiasi juga diberikan kepada para ustaz, ustazah, dan pengurus TPA Ar-Rahman atas dedikasi dan keikhlasan mereka. Usman menilai peran pendidik agama sangat krusial dalam membangun fondasi moral dan spiritual generasi penerus di Kota Palu.
Ia pun mengajak para orang tua untuk konsisten mendampingi anak-anak dalam belajar agama. Pendidikan karakter, menurutnya, tidak cukup hanya didapatkan di tempat belajar, tetapi harus diperkuat melalui keteladanan di lingkungan keluarga. Pemerintah Kota Palu berharap lembaga pendidikan Al-Qur’an seperti ini terus berkembang demi mewujudkan masyarakat yang religius, berkarakter, dan peduli sesama.
Menutup sambutannya, Usman berharap PETUAH IV berjalan lancar dan melahirkan generasi Qur’ani yang membanggakan orang tua, agama, bangsa, serta daerah. Melalui penguatan pembinaan keagamaan sejak dini, anak-anak Kota Palu diharapkan tumbuh menjadi generasi beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat. (*)
Apa Reaksimu?

