Udara Masih Sangat Tak Sehat, Pemkot Palu Kembali Perpanjang Belajar Daring

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu kembali memperpanjang kebijakan pembelajaran secara daring (online) bagi seluruh siswa tingkat TK/PAUD, SD, dan SMP se-Kota Palu. Keputusan ini diambil menyusul kondisi kualitas udara di wilayah tersebut yang masih berada dalam status sangat tidak sehat akibat kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) regional.

Oktober 27, 2026 - 08:00
Udara Masih Sangat Tak Sehat, Pemkot Palu Kembali Perpanjang Belajar Daring
Seorang guru menyampaikan materi pembelajaran secara daring di SDN Kabonena, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (19/10/2026). Foto kanan: Wali Kota Palu, H Hadianto Rasyid. (ANTARA Foto/ Muhammad Rifki Hasan/ TOM)

PALU, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu kembali memperpanjang kebijakan pembelajaran secara daring (online) bagi seluruh siswa tingkat TK/PAUD, SD, dan SMP se-Kota Palu. Keputusan ini diambil menyusul kondisi kualitas udara di wilayah tersebut yang masih berada dalam status sangat tidak sehat akibat kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) regional.

Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, melalui pesan video singkatnya pada Minggu, 25 Oktober 2026, menjelaskan bahwa konsentrasi polutan udara di Kota Palu berada pada angka PM 2,5 dengan indeks posisi mencapai 200. Angka ini secara resmi menunjukkan bahwa kualitas udara di Kota Palu dalam kondisi buruk dan sangat tidak sehat.

Berdasarkan data terkini dari BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri, lonjakan polusi udara di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ini memang telah melampaui ambang batas aman dalam beberapa waktu terakhir. Data stasiun pemantau mencatat nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Palu secara konsisten berada di atas angka 100 dengan konsentrasi partikulat halus (PM 2,5) berkisar antara 179 g/m hingga sempat menyentuh puncaknya di angka 206 g/m , yang mengonfirmasinya masuk ke dalam zona kategori Sangat Tidak Sehat. 

"Dengan berat hati saya sampaikan bahwa pembelajaran secara daring masih tetap dilakukan oleh seluruh sekolah. Hal ini tentunya adalah bentuk upaya kita bersama untuk menjaga anak-anak kita, memastikan bahwa anak-anak kita terlindungi," ujar Hadianto. 

Sebelum perpanjangan ini diputuskan, Pemkot Palu tercatat sudah beberapa kali mengeluarkan kebijakan serupa akibat fluktuasi kabut asap sepanjang Oktober 2026. Langkah awal mitigasi dimulai pada Senin, 19 Oktober hingga Rabu, 21 Oktober 2026, di mana sekolah-sekolah dialihkan ke metode pembelajaran jarak jauh (PJJ). Setelah sempat dipantau kembali, penurunan kualitas udara yang terus berlanjut memaksa pemerintah memperpanjang masa daring hingga akhir pekan, sebelum akhirnya diputuskan untuk terus berlanjut demi keselamatan peserta didik.

Melihat situasi yang belum membaik, Hadianto mengajak seluruh warga Kota Palu untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Apabila terpaksa harus keluar rumah, ia meminta warga untuk disiplin menggunakan masker standar pelindung pernapasan. 

Wali Kota mengakui bahwa keputusan meliburkan aktivitas tatap muka di sekolah ini merupakan pilihan yang cukup berat. Kendati demikian, ia sangat berharap para orang tua siswa dapat memaklumi dan menerima kebijakan tersebut demi kesehatan buah hati mereka. 

"Ini merupakan bentuk kasih sayang kita, perhatian kita kepada seluruh anak-anak kita," tambahnya. 

Hadianto juga berharap hujan yang mulai turun di beberapa daerah lain bisa segera bergeser ke wilayah Sulawesi Tengah, serta ke wilayah sumber titik api seperti Kalimantan, sehingga dapat membantu mengurai kabut asap dan memulihkan kualitas udara di Kota Palu.

Di akhir penyampaiannya, Wali Kota mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan secara mandiri. Warga dilarang keras melakukan pembakaran sampah atau aktivitas pembakaran terbuka lainnya yang dapat memperparah polusi udara yang sudah ada. 

"Memastikan bahwa kondisi udara yang sudah buruk ini tidak ditambah buruk lagi dengan cara-cara yang tidak baik," tegas Hadianto.

Pewarta: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow