2 Figur Kuat Ramaikan Bursa Pilrek Untad
Kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Tadulako (Untad) untuk periode 2027–2031 resmi dimulai dengan hadirnya dua figur kuat yang langsung mendaftarkan diri pada hari pertama, Jumat (30/10/2026). Panggung pemilihan kali ini dipastikan berjalan menarik sekaligus sejuk dengan majunya mantan Dekan FISIP Untad, Prof. Dr. Muhammad Khairil, M.Si., MH, serta Rektor petahana, Prof. Dr. Amar, ST., MT.
PALU, METROSULAWESI.NET - Kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Tadulako (Untad) untuk periode 2027–2031 resmi dimulai dengan hadirnya dua figur kuat yang langsung mendaftarkan diri pada hari pertama, Jumat (30/10/2026). Panggung pemilihan kali ini dipastikan berjalan menarik sekaligus sejuk dengan majunya mantan Dekan FISIP Untad, Prof. Dr. Muhammad Khairil, M.Si., MH, serta Rektor petahana, Prof. Dr. Amar, ST., MT.
Prof. Muhammad Khairil tercatat sebagai pendaftar pertama yang tiba di Sekretariat Panitia Pilrek, Lantai I Rektorat Untad, sekitar pukul 09.30 WITA dengan didampingi tim pendukungnya. Hanya berselang 30 menit kemudian, Rektor petahana Prof. Amar menyusul untuk menyerahkan berkas sebagai kandidat kedua.
Kepada awak media, Prof. Khairil menjelaskan keikutsertaannya kembali dalam bursa Pilrek Untad didasari oleh panggilan nurani serta dorongan dari tim pendukung untuk memberikan pengabdian terbaik. Dalam kontestasi ini, ia juga memperkenalkan tagline khasnya, yaitu "Untad Rumah Kita".
"Ini panggilan nurani, dorongan dari teman-teman, dan tentu saja ada keinginan besar kita untuk memberikan pengabdian terbaik. Kami punya tagline sederhana: Untad Rumah Kita. Untad adalah bagian dari bagaimana kemudian kita hadir semua di sini, dan kita berharap rumah itu tempat kembali kita yang nyaman," ungkapnya.
Menanggapi persaingan dengan petahana maupun kandidat lainnya, Prof. Khairil memandang para kompetitor sebagai sahabat seperjuangan demi kemajuan institusi. Ia menegaskan bahwa rivalitas pada Pilrek sebelumnya yang juga berhadapan dengan Prof. Amar tidak menyurutkan langkahnya untuk kembali berkhidmat untuk universitas.
"Rektor ini sahabat. Dan kita pernah bersaing empat tahun yang lalu. Namun kekalahan itu bukanlah kemudian menyurutkan langkah kita untuk mengabdi. Maka ketika kesempatan itu terbuka kembali, hari ini bismillah, kami kembali akan menjadi rival sahabat, bukan rival musuh," tandas Prof. Khairil.
Sementara itu, Prof. Amar menjelaskan alasannya kembali maju dalam pertarungan Pilrek selain persyaratannya yang masih terpenuhi, keputusannya juga didasari oleh rasa tanggung jawab untuk menuntaskan berbagai program kerja yang belum sempat diselesaikan secara maksimal pada periode kepemimpinan saat ini.
"Pertama, secara persyaratan masih memenuhi syarat untuk bisa masuk sebagai calon rektor... Saya pikir ada beberapa hal yang mungkin masih perlu diselesaikan di periode kemarin belum saya selesaikan, mungkin itu menjadi masih bentuk tanggung jawab kami," jelas Prof. Amar.
Menanggapi dinamika pencalonan di mana sebelumnya Prof Khairil telah mendaftar sebagai pendaftar pertama, Prof. Amar menyambutnya dengan positif dan menyerahkan sepenuhnya proses seleksi kepada mekanisme yang berlaku. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama menjaga suasana pemilihan yang meriah, damai, dan berintegritas.
"Mari bersama-sama kita bangun kondusivitas yang baik, seluruh sivitas akademika. Jangan ada perasaan yang lain. Saya kira kita dunia-dunia institusi dan bersama-sama orang-orang yang punya martabat yang tinggi, mari saya ajak bersama-sama menjaga kondusivitas," pesan Prof. Amar.
Ketua Panitia Pilrek Untad, Prof. Dr. Jusman Mansur, M.Si., menerangkan agenda utama panitia tahap pendaftaran difokuskan pada penerimaan berkas serta pemeriksaan kelengkapan administratif dari total 16 dokumen persyaratan yang ditetapkan.
"Hari ini memang hanya menerima berkas, apakah lengkap atau tidak. Jadi, hanya checklist dari 16 dokumen persyaratan itu apakah sudah ada atau tidak. Itu fokus panitia hari ini," ujar Prof. Jusman didampingi jajaran panitia Pilrek Untad.
Prof. Jusman menambahkan bahwa tahapan pendaftaran ini berpedoman pada Peraturan Senat Untad Nomor 2 Tahun 2026 dan akan berlangsung hingga 10 November 2026.
Selama periode tersebut, panitia tetap membuka ruang bagi para bakal calon untuk melengkapi kekurangan berkas jika diperlukan. Sementara itu, proses verifikasi keabsahan dokumen secara mendalam dijadwalkan pada 10 hingga 12 November 2026.
Menanggapi dinamika pendaftaran yang menghadirkan dua figur penting kampus, Prof. Jusman mengapresiasi komitmen para kandidat yang menghargai mekanisme tahapan pemilihan. Ia juga menegaskan bahwa panitia bekerja secara profesional berdasarkan amanah senat tanpa membeda-bedakan latar belakang maupun status para pendaftar.
Berdasarkan jadwal resmi tahapan pemilihan rektor, proses pendaftaran bakal calon akan ditutup pada 10 November 2026. Panitia mencatat bahwa untuk dapat melanjutkan ke tahap penjaringan, kontestasi minimal harus diikuti oleh empat orang bakal calon.
Jika hingga batas akhir jumlah pendaftar belum memenuhi kuota minimal tersebut, masa pendaftaran akan diperpanjang selama satu minggu sesuai dengan ketentuan peraturan senat.
Pewarta: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

