Pemkot Palu Wujudkan Inklusi Ekonomi, 10 Wirausaha Difabel Siap Naik Kelas

Pemerintah Kota Palu sukses mempertegas komitmennya sebagai kota yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Langkah nyata ini dibuktikan dengan dilibatkannya 10 pengusaha disabilitas tangguh dalam program bantuan kewirausahaan yang digagas oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Tenaga Kerja Kota Palu.

Nov 1, 2026 - 11:00
Pemkot Palu Wujudkan Inklusi Ekonomi, 10 Wirausaha Difabel Siap Naik Kelas
Pemerintah Kota Palu sukses mempertegas komitmennya sebagai kota yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Langkah nyata ini dibuktikan dengan dilibatkannya 10 pengusaha disabilitas tangguh dalam program bantuan kewirausahaan yang digagas oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Tenaga Kerja Kota Palu. (Foto: Diskominfo Kota Palu)

PALU, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Kota Palu sukses mempertegas komitmennya sebagai kota yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Langkah nyata ini dibuktikan dengan dilibatkannya 10 pengusaha disabilitas tangguh dalam program bantuan kewirausahaan yang digagas oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Tenaga Kerja Kota Palu.

Program strategis ini merupakan bagian dari 53 program unggulan Pemkot Palu demi mewujudkan kota yang ramah difabel, sekaligus memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang setara untuk mandiri secara ekonomi.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu, Zulkifli, menegaskan bahwa para pelaku usaha difabel mendapatkan perlakuan dan peluang yang sama hebatnya dengan peserta lain. Pemerintah sengaja menyediakan kuota khusus bagi penyandang disabilitas, mahasiswa, dan masyarakat umum agar ekosistem wirausaha di Palu semakin variatif.

"Difabel tidak kita bedakan, sistemnya sama setara dengan teman-teman yang lain. Ini adalah wujud nyata dari program Pemkot Palu untuk menghadirkan Kota Palu yang ramah difabel," ujar Zulkifli dengan penuh optimisme seusai menutup kegiatan Pelatihan Wirausaha di Media Center Universitas Tadulako, Jumat (30/10).

Program bantuan modal bagi wirausaha muda ini kini telah memasuki babak baru yang menggembirakan. Setelah melewati seleksi ketat dari total 200 lebih pendaftar, sebanyak 165 peserta—termasuk para pelaku usaha difabel—dinyatakan lolos. Mereka telah menyelesaikan pelatihan intensif selama tiga hari yang dimentori oleh para ahli dari inkubator bisnis, akademisi, pendamping halal, hingga pihak Kejaksaan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, setiap peserta yang lolos akan menerima bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta. Zulkifli berharap modal dan ilmu yang didapatkan bisa menjadi bahan bakar kuat bagi para peserta untuk melejitkan kualitas bisnis mereka. Mengingat tingginya antusiasme masyarakat, Pemkot Palu berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas program ini pada tahun depan.

Rasa syukur dan apresiasi mendalam datang dari salah satu peserta disabilitas, Elisabriani (30). Pemilik usaha kerajinan tangan bermerek "Elisa Rajut" ini mengaku sangat bahagia karena ini adalah kali pertama dirinya mendapatkan kesempatan berharga dari pemerintah.

"Kami berterima kasih banyak atas perhatian luar biasa dari Pemkot Palu dan Dinas UMKM. Pemerintah benar-benar membuka peluang dan merangkul kami, sehingga kami penyandang disabilitas bisa ikut ambil bagian, menunjukkan karya, dan berkembang mandiri," ungkap Elisabriani penuh haru.

Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa Kota Palu sedang bergerak maju menuju pembangunan ekonomi yang inklusif. Di kota ini, keterbatasan fisik bukanlah penghalang, karena setiap warga kini memiliki panggung yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan berdaya bersama. (din/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow