Donggala Siap Sukseskan Program Strategis Nasional 2027, Targetkan Satu Desa Satu Hektar Budi Daya Ikan Berteknologi Modern
Kabupaten Donggala bersiap menjadi salah satu pusat ketahanan pangan sektor perikanan di Sulawesi Tengah. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersiap meluncurkan megaproyek budi daya ikan berbasis teknologi modern berskala besar. Tak tanggung-tanggung, secara nasional pemerintah pusat menargetkan pembangunan hingga 40.000 titik budi daya untuk mendongkrak produksi perikanan darat.
DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Kabupaten Donggala bersiap menjadi salah satu pusat ketahanan pangan sektor perikanan di Sulawesi Tengah. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersiap meluncurkan megaproyek budi daya ikan berbasis teknologi modern berskala besar. Tak tanggung-tanggung, secara nasional pemerintah pusat menargetkan pembangunan hingga 40.000 titik budi daya untuk mendongkrak produksi perikanan darat.
Merespons peluang emas tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Donggala langsung bergerak cepat melakukan langkah taktis. Pemerintah Daerah berkomitmen untuk mengamankan kuota program ini agar dapat dirasakan merata di seluruh wilayah Donggala.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assegaf, menegaskan bahwa pihaknya tengah mengupayakan skema "Satu Desa Satu Hektar Lahan". Strategi jemput bola ini sengaja dilakukan sejak dini agar saat program resmi digulirkan, seluruh instrumen pendukung di tingkat daerah sudah siap sepenuhnya.
"Kami harus merespon cepat program strategis dari kementerian ini. Walaupun programnya baru berjalan tahun depan (2027), persiapannya harus matang dari sekarang karena kuota nasional yang dibutuhkan sangat besar. Di Donggala sendiri terdapat 158 desa, dan kami menargetkan seluruh desa ini bisa mendapatkan program tersebut, dengan catatan utama pihak desa harus menyiapkan lahannya," ujar Ali Assegaf saat memberikan keterangan resmi di ruang kerjanya, Jumat (30/10/2026).
Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa proyek pusat ini bukan sekadar budi daya konvensional, melainkan mengadopsi Budi Daya Berbasis Teknologi Tematik. Komoditas utama yang akan dikembangkan difokuskan pada budi daya ikan nila dan ikan lele, yang memiliki pangsa pasar sangat luas dan perputaran ekonomi yang cepat.
Berbeda dengan kolam tanah atau kolam terpal biasa, konstruksi yang akan dibangun nantinya menggunakan bangunan beton permanen. Infrastruktur ini akan dilengkapi dengan sistem sirkulasi air modern (seperti Recirculating Aquaculture System/RAS atau Bioflok digital) guna menjaga kualitas air dan mempercepat masa panen. Di atas lahan seluas satu hektar tersebut, kementerian juga akan membangun fasilitas terpadu, mulai dari kantor pengelola hingga gudang pakan yang representatif.
Menariknya, tahun 2027 mendatang akan menjadi tahun emas bagi sektor perikanan Donggala. Selain budi daya teknologi tematik, daerah ini juga sukses mengamankan program strategis nasional lainnya, yaitu Kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (KNMP).
Dua program besar berskala nasional yang berhasil diboyong ke Donggala ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pesisir maupun pedesaan. Namun, Ali mengingatkan bahwa keberhasilan megaproyek ini memerlukan sinergi kolektif yang kuat.
"Dua program strategis nasional sudah berhasil kita amankan untuk daerah ini. Sekarang, tinggal bagaimana membangun kerja sama dan kolaborasi yang solid, mulai dari kami di dinas teknis, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa sebagai pemilik wilayah," tambahnya.
Bagi Ali Assegaf, keberhasilan mendatangkan program ini merupakan bentuk dedikasi tertinggi di penghujung masa baktinya. Pria yang dijadwalkan memasuki masa pensiun pada tahun 2028 ini berharap program ini bisa menjadi warisan berharga (legacy) yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para nelayan dan pembudi daya di Kabupaten Donggala.
"Saya pribadi tidak ingin meninggalkan Dinas Perikanan tanpa memberikan kontribusi nyata dan perubahan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Sebelum pensiun, saya ingin memastikan pondasi ekonomi perikanan Donggala sudah kuat, sehingga masa purnabakti saya bisa meninggalkan kesan yang baik bagi daerah ini," pungkas Ali dengan penuh rasa optimisme.
Pewarta: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

