Bea Cukai Pantoloan Laksanakan Survei Lapangan Persiapan Penetapan Kawasan Kepabeanan di Pelabuhan Pantoloan

Pelindo Regional 4 Pantoloan menerima kunjungan tim dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pantoloan dalam rangka pelaksanaan survei lapangan sebagai bagian dari persiapan penetapan kawasan kepabeanan di Pelabuhan Pantoloan, Rabu 10 Juni 2026.

Jun 11, 2026 - 06:45
Bea Cukai Pantoloan Laksanakan Survei Lapangan Persiapan Penetapan Kawasan Kepabeanan di Pelabuhan Pantoloan
Pelindo Regional 4 Pantoloan menerima kunjungan tim dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pantoloan dalam rangka pelaksanaan survei lapangan sebagai bagian dari persiapan penetapan kawasan kepabeanan di Pelabuhan Pantoloan, Rabu 10 Juni 2026.

PALU, METROSULAWESI.NET- Pelindo Regional 4 Pantoloan menerima kunjungan tim dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pantoloan dalam rangka pelaksanaan survei lapangan sebagai bagian dari persiapan penetapan kawasan kepabeanan di Pelabuhan Pantoloan, Rabu 10 Juni 2026.

Kunjungan tim survey KPPBC Pantoloan, diawali dengan rapat koordinasi bersama jajaran Pelindo Pantoloan, berlangsung di lantai 3 ruangan Planning And Control dengan agenda membahas kesiapan administrasi, aspek teknis, serta pemenuhan persyaratan yang diperlukan dalam proses penetapan kawasan kepabeanan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan survei lapangan dan peninjauan langsung terhadap fasilitas Pelabuhan Pantoloan.

Survei lapangan yang dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026, dilakukan oleh tim KPPBC Pantoloan yang terdiri atas I Made Nukeyada selaku petugas Penindakan dan Penyidikan serta Mijiyanto selaku petugas PKCDT, yang di damping oleh Manager Operasi TPK Pantoloan, Aris.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, sistem pengawasan, serta kesesuaian kawasan yang diusulkan dengan ketentuan kepabeanan yang berlaku. Proses verifikasi lapangan ini menjadi tahapan penting sebelum diterbitkannya penetapan kawasan kepabeanan.

General Manager Pelindo Regional 4 Pantoloan, Chaerur Rijal menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pelindo dan Bea Cukai Pantoloan dalam mendukung peningkatan tata kelola layanan kepelabuhanan.

"Kami menyambut baik pelaksanaan survei lapangan ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan kawasan kepabeanan yang memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku. Pelindo Regional 4 Pantoloan, khususnya TPK Pantoloan berkomitmen mendukung seluruh proses yang diperlukan guna meningkatkan kualitas pelayanan, efektivitas pengawasan, serta kelancaran arus logistik di Pelabuhan Pantoloan," ujarnya.

Melalui penetapan kawasan kepabeanan, keberadaan Pelabuhan Pantoloan diharapkan dapat semakin memperkuat perannya sebagai simpul logistik yang andal dan berdaya saing, sekaligus mendukung kelancaran kegiatan ekspor, impor, dan distribusi barang di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, pada umumnya khususnya Kota Palu.

Komoditas export andalan yang melalui Pelabuhan Pantoloan saat ini didominasi oleh durian montong khas Parigi Moutong dan kelapa, yang memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan arus logistik ekspor dari Provinsi Sulawesi Tengah.

Potensi Durian Montong Parigi Moutong

Kabupaten Parigi Moutong dikenal sebagai salah satu sentra produksi durian montong terbesar di Sulawesi. Permintaan pasar internasional, khususnya dari Tiongkok dan beberapa negara Asia Tenggara, terus meningkat sehingga membuka peluang ekspor yang semakin besar. Keberadaan fasilitas peti kemas berpendingin (reefer container) menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas buah selama proses pengiriman.

Potensi Kelapa dan Produk Turunannya

Sedangkan komoditas kelapa dari wilayah Sulawesi Tengah memiliki pasar yang luas untuk ekspor, baik dalam bentuk kelapa bulat, kopra, maupun produk turunan lainnya. Produksi yang relatif stabil menjadikan kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan yang berpotensi meningkatkan volume ekspor melalui Pelabuhan Pantoloan.

Peluang bagi Pelindo Regiona 4 Pantoloan

Sementara dengan berkembangnya ekspor durian dan kelapa, terdapat beberapa peluang strategis, antara lain:

  • Penyediaan dan penanganan peti kemas reefer untuk ekspor durian.
  • Pengembangan layanan stuffing dan pemeriksaan komoditas ekspor.
  • Peningkatan volume peti kemas ekspor yang berdampak pada pendapatan terminal.
  • Penguatan kerja sama dengan eksportir, perusahaan pelayaran, dan instansi karantina.
  • Pengembangan kawasan logistik terpadu untuk mendukung rantai pasok komoditas unggulan daerah.

"Durian montong khas Parigi Moutong dan kelapa menjadi komoditas unggulan ekspor yang semakin memperkuat peran Pelabuhan Pantoloan sebagai gerbang logistik Provinsi Sulawesi Tengah. Dukungan infrastruktur dan layanan peti kemas yang andal dari Pelindo Regional 4 Pantoloan, khususnya TPK Pantoloan diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan." Cetus Chaerur Rijal. (adv)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow