Dua Kelurahan di Banawa Dijadikan Pilot Project
Dua kelurahan di kecamatan Banawa (Boneoge-Kabonga Kecil) dijadikan pilot project program Berani Mombangu program yang konsen pada pengembangan SDM dan SDA serta peningkatan potensi wisata yang ada di dua kelurahan tersebut.
DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Dua kelurahan di kecamatan Banawa (Boneoge-Kabonga Kecil) dijadikan pilot project program Berani Mombangu program yang konsen pada pengembangan SDM dan SDA serta peningkatan potensi wisata yang ada di dua kelurahan tersebut.
Mensukseskan program tersebut tentu harus melewati proses yang tidak singkat butuh pemahaman bersama dan minggu kemarin tim fasiliattor sebagai perpanjangan tangan pemerintah propinsi (Bappeda) melaukan kegiatan FGD dikantor kelurahan Boneoge kecamatan Banawa.
“Memang kalau di propinsi ada program bedah rumah (berani mombangu), tapi kami lebih fokus pada DTESEN data tunggal sosial dan ekonomi masyarakat, Cuman memang kmarin sempat berbicara soal bedah rumah cuman tidak menjadi fokus pada program kami,” kata anggota Fasiitattor Yusril pada Minggu 20 September 2026.
“Naungan kami Bappenda propinsi, di setiap program yang ada itu langsung diturunkan tugas, dua kelurahan kelurhan kabonga kecil dan kelurahn Boneoge yang kami jadikan pilot project program berani mombangu,” sebutnya lagi.
Ia menjelaskan saat ini Pelaksanaan program Fasilitator Berani Mombangu sudah sampai pada tahapan pendekatan sosial terhadap masyarakat,
Karena masih menurut yusril di bulan ini Fasilitator Kecamatan Banawa mendapatkan tugas melakukan pemilihan 2-3 wilayah yang menjadi fokus pilot project terhadap pengembangan SDM dan SDA yang ada serta peningkatan potensi wisata yang ada di wilayah pemilihan tersebut (Boneoge-kabonga kecil).
“Guna pemenuhan tugas yang ada maka tim Fasilitator Kecamatan Banawa membuat beberapa program yang mana menjadi fokus pada wilayah pilot project tersebut (Boneoge-Kabonga Kecil), di antaranya bakti sosial lingkungan yang dilakukan bersama masyarakat sekitar, membantu pelayanan posyandu yang ada, pengadaan apotek hidup masyarakat, pengaktifan organisasi kepemudaan serta membuat legalitas terkait potensi wisata pada wilayah tersebut,” bebernya.
“Tim Fasilitator memanfaatkan momentum yang ada guna lebih mendekatkan diri kepada masyarakat yang ada, maka dari beberapa program yang ada dibuatlah satu Fokus Grup Diskusi (FGD) yang mana kegiatan ini adalah wadah diskusi untuk bagaimana penyerapan aspirasi, masalah serta masukan dari masyarakat, pemuda hingga tokoh orang tua yang mana dari kegiatan ini tim Fasilitator dapat menjadi perpanjangan tangan dalam penyampaian aspirasi tersebut,” jelasnya.
Dia menambhakan berdasarkan informasi dari ketua koordinator kecamatan mengatakan bahwa, kegiatan FGD diharap mampu menjadi wadah bersama dengan duduk berdiskusi mengenai permasalahan yang ada dari wilayah tersebut baik dari potensi wisatanya, peran kepemudaannya hingga hal-hal yang dirasa perlu disampaikan untuk kami sebagai tim fasilitator sampaikan kepada pihak pemerintah provinsi bahkan daerah.
Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

