Efisiensi Anggaran Tantangan untuk Kreatif dan Inovatif
Efisiensi anggaran menjadi tantangan bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja lebih kreatif dan inovatif. Pesan itu disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid melalui Asisten Administrasi Umum, Moh. Sadly Lesnusa, saat menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS dan Orientasi PPPK Tahun 2025 di Lapangan Pogombo, Rabu pagi (10/12/2025).
PALU, METROSULAWESI.NET - Efisiensi anggaran menjadi tantangan bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja lebih kreatif dan inovatif. Pesan itu disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid melalui Asisten Administrasi Umum, Moh. Sadly Lesnusa, saat menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS dan Orientasi PPPK Tahun 2025 di Lapangan Pogombo, Rabu pagi (10/12/2025).
Penutupan kegiatan tersebut menandai berakhirnya proses pembentukan kompetensi dasar bagi ribuan aparatur baru yang akan memperkuat kinerja layanan publik di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa ASN memegang peran penting dalam menggerakkan agenda pembangunan daerah. Karena itu, aparatur dituntut bekerja cepat, tepat, transparan, serta berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat.
“ASN tidak hanya dituntut menguasai tugas teknis, tetapi juga memahami arah besar pembangunan Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa status sebagai CPNS maupun PPPK adalah amanah dari Tuhan, pemerintah, dan masyarakat. Aparatur diharapkan menjadi agen perubahan yang bekerja keras, cerdas, ikhlas, dan tuntas.
Terkait efisiensi anggaran yang menjadi isu nasional, Gubernur menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik. Justru efisiensi harus mendorong aparatur untuk lebih kreatif dan inovatif.
“Negara wajib melayani setiap warga negara. Tidak ada kata nanti atau tunda dalam pelayanan publik,” tegasnya.
Dari total 441 peserta CPNS, sebanyak 439 orang dinyatakan lulus, sementara dua peserta mengundurkan diri selama pelatihan. Peserta CPNS meliputi 326 golongan III dan 115 golongan II. Untuk PPPK, seluruh 4.354 peserta dinyatakan lulus.
Pelaksanaan Latsar CPNS tahun ini berlangsung selama 64 hari kerja menggunakan metode blended learning, yang menggabungkan pembelajaran mandiri, sesi daring melalui Zoom, dan tatap muka. Sementara Orientasi PPPK berlangsung selama 17 hari kerja melalui pembelajaran mandiri serta sesi tatap muka. (ril/*)
Apa Reaksimu?
