Laporan: AS Akan Kerahkan Puluhan Pesawat Tanker ke Israel

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memberi tahu Israel mengenai rencana pengerahan puluhan pesawat pengisian bahan bakar di udara tambahan ke negara itu sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan eskalasi operasi militer terhadap Iran.

Juli 18, 2026 - 06:06
Laporan: AS Akan Kerahkan Puluhan Pesawat Tanker ke Israel

 

WASHINGTON, METROSULAWESI.NET- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memberi tahu Israel mengenai rencana pengerahan puluhan pesawat pengisian bahan bakar di udara tambahan ke negara itu sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan eskalasi operasi militer terhadap Iran.

Axios, Jumat (17/7), mengutip tiga pejabat Amerika Serikat dan Israel, melaporkan langkah tersebut dilakukan ketika Washington bersiap menghadapi potensi meningkatnya ketegangan dengan Teheran.

Sebelumnya pada Rabu, mengutip sejumlah pejabat AS, The Wall Street Journal melaporkan, Presiden Trump tengah mempertimbangkan perluasan operasi militer terhadap Iran, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan darat untuk menguasai Pulau Kharg.

Laporan Axios menyebutkan sekitar 60 pesawat tanker militer AS saat ini berada di Israel.

Sekitar 30 pesawat ditempatkan di Bandar Udara Internasional Ben Gurion, dekat Tel Aviv, sementara sekitar 30 lainnya berada di Bandar Udara Ramon di wilayah selatan Israel.

AS juga dilaporkan telah meminta Israel menerima tambahan pesawat tanker, meski keputusan akhir berada di tangan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu.

Sementara itu, Kepala Otoritas Perhubungan Israel Miri Regev dikabarkan mengusulkan agar jumlah pesawat tanker AS di Bandar Udara Ben Gurion dikurangi. Namun, usulan itu mendapat penolakan dari Otoritas Pertahanan Israel dan Angkatan Pertahanan Israel (IDF).

Militer AS disebut lebih memilih menggunakan Bandar Udara Ben Gurion karena dinilai lebih aman bagi operasional pesawat mereka dibandingkan pangkalan udara lain di kawasan. Kondisi itu memicu perdebatan di Israel karena pesawat-pesawat AS kini menempati sebagian besar area bandara.

Axios juga melaporkan bahwa kedatangan pesawat tambahan berpotensi memicu pembatalan massal penerbangan sipil pada puncak musim liburan.

Pada 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang mengatur penghentian konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Namun, sejak 8 Juli, militer AS kembali melancarkan sejumlah gelombang serangan terhadap Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan itu merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Pada Minggu, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga AS menghentikan campur tangan di kawasan setelah kembali terjadi saling serang antara kedua pihak.

Sehari kemudian, Presiden Trump menyatakan AS akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz. Ia juga mengatakan Washington kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow