Masyarakat Poboya Keluhkan Kompensasi dan Lapangan Kerja Yang Dijanjikan PT CPM

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, melakukan pertemuan dengan perwakilan masyarakat Poboya, Senin, 5 Januari 2025, di ruang kerjanya.

Jan 7, 2026 - 06:08
 0
Masyarakat Poboya Keluhkan Kompensasi  dan Lapangan Kerja Yang Dijanjikan PT CPM
Suasana pertemuan Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, dengan perwakilan masyarakat Poboya, Senin, 5 Januari 2025, di ruang kerjanya. (FOTO: HUMASPEMKOT)

PALU, METROSULAWESI.NET- Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, melakukan pertemuan dengan perwakilan masyarakat Poboya, Senin, 5 Januari 2025, di ruang kerjanya.

Pertemuan tersebut digelar sebagai upaya membahas arah kesejahteraan masyarakat Poboya ke depan sekaligus menampung berbagai keluhan yang disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat.

Dalam pertemuan ini, masyarakat Poboya menyoroti sejumlah persoalan penting, salah satunya terkait tindak lanjut kompensasi dari PT. CPM. Selama ini, masyarakat Poboya diketahui menerima kompensasi sebesar Rp1 juta per kepala keluarga (KK).

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kompensasi tersebut tidak lagi diterima, sehingga menimbulkan pertanyaan dan harapan akan adanya kejelasan dari pihak terkait.

Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan realisasi pembukaan lapangan kerja sebagaimana yang pernah dijanjikan, khususnya bagi anak-anak muda Poboya agar dapat bekerja di PT. CPM. Hingga saat ini, peluang kerja tersebut dinilai belum terwujud sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

Tokoh masyarakat Poboya, Idiljan Djanggola, menegaskan pentingnya pertemuan dan diskusi tersebut. "Diskusi ini kami lakukan agar membahas kesejahteraan masyarakat Poboya ke depannya,” ujarnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Palu menyambut baik seluruh masukan dan keluhan yang disampaikan masyarakat.

"Masyarakat Poboya meminta Kota Palu hadir bersama-sama dengan mereka agar kesejahteraan mereka diperhatikan. Semua keluh kesah ini akan kami tindak lanjuti dan kami laporkan kepada Bapak Wali Kota,” ungkap wakil wali kota.

Wakil Wali Kota Palu juga menambahkan, khusus terkait aktivitas pertambangan liar, Pemerintah Kota Palu akan melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum.

Wakil Wali Kota Palu menegaskan, pihaknya siap melaporkan kepada pihak kepolisian apabila terdapat bukti kuat dari masyarakat terkait aktivitas penambangan ilegal di wilayah tersebut.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak perusahaan, sehingga kebijakan yang diambil ke depan benar-benar berpihak pada kesejahteraan masyarakat Poboya. (bj)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow