Peringatan Hari Buruh Internasional 2026, LKS Tripartit Sulteng Didorong Lebih Maksimal

Peringatan Hari Buruh Internasional yang diselenggarakan oleh LKS Tripartit Provinsi Sulawesi Tengah berlangsung di Milenium Waterpark, Jl. Wolter Monginsidi, pada Minggu (3/5), dengan dihadiri kurang lebih 500 peserta dari unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja/buruh.

Mei 4, 2026 - 16:48
 0
Peringatan Hari Buruh Internasional 2026, LKS Tripartit Sulteng Didorong Lebih Maksimal
Gubernur Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny Arniwaty Lamadjido foto bersama perwakilan serikat pekerja dan Ketua Apindo Sulteng. FOTO: IST

PALU, METROSULAWESI.NET– Peringatan Hari Buruh Internasional yang diselenggarakan oleh LKS Tripartit Provinsi Sulawesi Tengah berlangsung di Milenium Waterpark, Jl. Wolter Monginsidi, pada Minggu (3/5), dengan dihadiri kurang lebih 500 peserta dari unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja/buruh.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny Arniwaty Lamadjido, jajaran Forkopimda, serta Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tengah, Dony K. Budjang. Dari unsur pengusaha hadir APINDO, sementara unsur pekerja/buruh tergabung dalam Aliansi Buruh Tadulako (ABT).

Aliansi Buruh Tadulako (ABT) merupakan gabungan tujuh serikat pekerja/buruh, yakni KSBSI, FSPMI, FNPBI, SBSI, KEPSI, FSPKEP, dan PPMI.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi untuk mendorong optimalisasi peran LKS Tripartit yang telah terbentuk sekitar satu tahun terakhir, namun dinilai belum berjalan maksimal.

 “Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk memaksimalkan peran LKS Tripartit sebagai ruang dialog yang efektif antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Tahun ini, kami akan mendorong penguatan kelembagaan, termasuk dukungan anggaran, agar LKS tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar hadir dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan,” ujar Gubernur.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya membangun hubungan industrial yang lebih adil dan partisipatif di Sulawesi Tengah, terutama di tengah berbagai tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi oleh kaum buruh.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan yang juga Ketua Aliansi Buruh Tadulako, Abd. Wahyudin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan komitmen Pemerintah Provinsi dalam momentum penting ini.

 “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur beserta jajaran. Ini menjadi harapan baru bagi kami agar LKS Tripartit ke depan tidak lagi berjalan stagnan, tetapi benar-benar menjadi ruang bersama untuk memperjuangkan dan menyelesaikan persoalan riil yang dihadapi buruh di Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa momentum peringatan Hari Buruh Internasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi refleksi sekaligus pengingat bahwa perlindungan, kesejahteraan, dan keadilan bagi pekerja masih harus terus diperjuangkan secara kolektif.

Aliansi Buruh Tadulako (ABT) menyatakan kesiapan untuk terus terlibat aktif dalam mendorong optimalisasi peran LKS Tripartit, sekaligus memastikan bahwa forum tersebut benar-benar menjadi wadah dialog sosial yang hidup, terbuka, dan berpihak pada kepentingan bersama.

Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja, guna menciptakan hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Tengah. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow