Rachmansyah: Siapa Saja Bisa Mendaftar, Kami Tidak Punya Kepentingan Pribadi

Komite Pemilihan (KP) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua Umum Asprov PSSI Sulteng periode 2026-2030.

Oktober 29, 2026 - 06:00
Rachmansyah: Siapa Saja Bisa Mendaftar, Kami Tidak Punya Kepentingan Pribadi
Plt Wakil Ketua Umum Asprov PSSI Sulteng Rachmansyah Ismail (Tengah), Plt Sekretaris Umum, Samsurijal Labatjo (kanan) dan Plt Komite Pertandingan Ismail Pangeran (Kiri). (Foto: Ist)

PALU, METROSULAWESI.NET - Komite Pemilihan (KP) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua Umum Asprov PSSI Sulteng periode 2026-2030.

Pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 29-30 Oktober 2026. Para kandidat yang berminat maju dalam Kongres Luar Biasa (KLB) wajib memenuhi sejumlah persyaratan pencalonan yang telah ditetapkan.

Plt Sekretaris Umum Asprov PSSI Sulteng, Samsurijal Labatjo, mengatakan proses pendaftaran terbuka bagi siapa saja yang memenuhi ketentuan.

“Siapa saja yang memenuhi persyaratan bisa mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua umum. Semua memiliki kesempatan yang sama dalam proses ini,” kata Samsurijal di Palu, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, persyaratan pencalonan mencakup usia minimal 28 tahun, berstatus WNI, memiliki KTP serta aktif atau berdomisili di Sulawesi Tengah. Kandidat juga harus memiliki pengalaman minimal tiga tahun dalam sepak bola di wilayah tersebut.

Selain itu, calon harus memenuhi ketentuan terkait rekam jejak hukum, dukungan voters, serta kelengkapan administrasi.

Untuk dukungan, bakal calon diwajibkan memperoleh sedikitnya 40 persen dukungan pemilik suara. Ketentuan tersebut mencakup minimal enam Askab/Askot dan asosiasi serta tiga klub.

“Dukungan itu menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap bakal calon. Semua akan diverifikasi oleh Komite Pemilihan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Deposit Pendaftaran Rp1 Miliar

Samsurijal juga menjelaskan adanya ketentuan deposit administrasi dalam proses pencalonan.

Bakal calon diwajibkan menyetorkan Rp500 juta saat mengambil formulir dan Rp500 juta ketika mengembalikan formulir. Dengan demikian, total dana yang disetorkan mencapai Rp1 miliar.

“Syarat administrasi financial ini sudah disepakati oleh Komite Pemilihan dan mendapatkan persetujuan dari Plt Ketua Umum serta Sekjen PSSI Pusat,” jelasnya.

Samsurijal menegaskan dana tersebut tidak akan digunakan untuk kepentingan pengurus Asprov maupun panitia penyelenggara.

“Nantinya, uang administrasi pendaftaran bakal calon itu tidak akan digunakan untuk PSSI Sulteng atau panitia, melainkan tetap didistribusikan ke Askab, Askot, dan klub sebagai bagian dari pembinaan serta penyehatan organisasi dan klub,” tegas Samsurijal.

Rachmansyah: Silakan Maju

Sementara itu, Plt Wakil Ketua Umum Asprov PSSI Sulteng, Rachmansyah Ismail, mengajak seluruh tokoh maupun insan sepak bola yang memenuhi persyaratan untuk mengambil bagian dalam proses pemilihan.

Menurutnya, kepengurusan transisi tidak ingin membatasi siapa pun yang memiliki keinginan memimpin Asprov PSSI Sulteng.

“Siapa saja bisa mendaftar menjadi bakal calon ketua umum dan kami buka seluas-luasnya untuk masyarakat Sulawesi Tengah,” kata Rachmansyah.

Mantan Pj Bupati Morowali tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga proses KLB agar berlangsung aman, transparan, dan sesuai mekanisme organisasi.

“Siapa pun panitia penyelenggara harus memastikan pelaksanaan kongres berjalan baik. Saya tidak memiliki kepentingan pribadi, dua kuncinya: aman dari sisi apa pun dan sukses dalam keberhasilannya,” tegasnya.

Dalam KLB mendatang, terdapat 22 pemilik hak suara yang telah terverifikasi dan tervalidasi. Mereka terdiri atas 13 Askab/Askot PSSI, dua asosiasi sepak bola, dan tujuh klub anggota resmi Asprov PSSI Sulteng.

Setelah masa pendaftaran, proses akan dilanjutkan dengan verifikasi dokumen dan dukungan calon sebelum memasuki tahapan penetapan kandidat hingga pelaksanaan KLB untuk memilih Ketua Asprov PSSI Sulteng periode 2026-2030.

Pewarta: Adi Pranata 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow