Ratu Tisha Ingin Timnas Indonesia Bermental ‘Baja’

Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha ingin melihat timnas Indonesia dikenal mempunyai "mental baja" atau mental yang kuat di masa depan.

Agustus 24, 2026 - 05:33
Ratu Tisha Ingin Timnas Indonesia Bermental ‘Baja’
Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha saat menghadiri jumpa pers penutupan Liga Universitas Coca-Cola 2026 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

JAKARTA, METROSULAWESI.NET - Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha ingin melihat timnas Indonesia dikenal mempunyai "mental baja" atau mental yang kuat di masa depan.

Harapan tersebut ingin Tisha wujudkan setelah ia kerap melihat di dunia sepak bola, istilah "kalah mental" masih sering muncul ketika membicarakan hasil pertandingan. Berangkat dari situ, menurutnya, persoalan tersebut tidak seharusnya hanya menjadi perbincangan di tongkrongan, tetapi perlu dikaji dan dikembangkan lebih lanjut melalui pendekatan ilmiah dalam sport science.

"Kita selalu berbicara kita apa sih kurangnya kita? Kita pasti ada kurang tuh, ah kalah mental. Kita kalau lagi bicara lah ngobrol-ngobrol warung kopi itu ngobrolin seluruh pertandingan sepak bola itu kita pasti keluar kata-kata 'mental nih, mental nih'. Jadi daripada kita terus-terusan ngobrol-ngobrol aja sifatnya warung kopi, kita turn deh into scientific research," kata Ratu Tisha saat menghadiri jumpa pers penutupan Liga Universitas Coca-Cola 2026 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Minggu.

Liga Universitas menjadi wadah Tisha menuangkan inisiatif ini. Kompetisi sepak bola antar universitas ini selama pelaksanannya menggaungkan semangat akan pentingnya kesehatan mental bertajuk "Football For Mental Health".

Menurut Tisha, aktivitas fisik dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menjaga kesehatan mental, terlebih sepak bola memiliki berbagai aspek latihan yang dapat dikaji secara ilmiah.

Ia mencontohkan physical strengthening, conditioning, hingga injury prevention yang perlu mengikuti perkembangan terbaru dalam football science. Selain itu, penerapan aturan pertandingan seperti sin bin, yang juga diterapkan di Liga Universitas, dapat diteliti untuk melihat pengaruhnya terhadap kemampuan pemain dalam mengontrol emosi saat bertanding.

Harapannya, yang ia dan pihaknya lakukan ini akan berdampak setidaknya 10 tahun mendatang, di mana sudah tidak ada lagi pembicaraan Indonesia tidak bisa meraih kemenangan karena persoalan mental.

"Jadi ini adalah sarana untuk area latihan, latihan dan agar kita mungkin 10 tahun dari sekarang bergosipnya itu adalah 'Wah tim Indonesia itu di mana pun main bolanya level apa pun mentalnya paling kuat'. Inginnya kan visinya gitu ya. Jadi mental kita adalah yang paling kuat seperti kita melihat Jepang lah kemarin bagaimana tenangnya mereka bermain dan lain sebagainya," tutur dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, pembentukan mental tidak cukup hanya disampaikan melalui pembelajaran di dalam ruang kelas karena pemain perlu mendapatkan pengalaman langsung di lapangan agar mampu menerapkan pemahaman tersebut dalam situasi pertandingan.

Karena itulah Liga Universitas hadir untuk melatih seorang pemain mempunyai mental kuat secara langsung.

"Karena yang begini nggak bisa diomongin di dalam ruang kelas, ya bisa hanya satu-dua hari, setelah itu praktiknya ada di lapangan karena kan di sepak bola adalah the real praktiknya," tutup dia. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow