Agung Dorong Akbar Supratman Pimpin Asprov PSSI Sulteng

Pengamat sepak bola Sulawesi Tengah, Agung Fitrayanto, berharap muncul figur muda dengan jaringan kuat di tingkat nasional untuk memimpin Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah.

Oktober 30, 2026 - 05:30
Agung Dorong Akbar Supratman Pimpin Asprov PSSI Sulteng
DARI KIRI: Agung Fitrayanto, mantan Ketua Asprov PSSI Hadianto, dan Abcandra Muhammad Akbar. (Foto: Ist)

PALU, METROSULAWESI.NET - Pengamat sepak bola Sulawesi Tengah, Agung Fitrayanto, berharap muncul figur muda dengan jaringan kuat di tingkat nasional untuk memimpin Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah.

Menurut Agung, momentum pemilihan Ketua Asprov PSSI Sulteng periode 2026-2030 menjadi kesempatan untuk menghadirkan energi baru dalam organisasi sepak bola daerah.

“Secara pribadi, saya berharap ada figur muda yang kemudian berani maju untuk mengambil alih tongkat pimpinan Asprov PSSI Sulteng. Sosok yang fresh dan tentunya punya jaringan kuat di level nasional,” kata Agung.

Mantan pelatih Celebest FC tersebut menilai salah satu figur yang menurutnya memiliki kapasitas tersebut adalah Abcandra Muhammad Akbar Supratman.

Agung menyebut usia Abcandra yang relatif muda serta posisinya sebagai Wakil Ketua MPR menjadi modal penting, terutama dalam membangun jejaring dengan pemangku kepentingan sepak bola di tingkat nasional.

“Sosok itu ada di diri Abcandra Muhammad Akbar Supratman. Dengan usia yang masih sangat muda, Wakil Ketua MPR tentunya punya jaringan dengan pusat yang sangat kuat,” ujarnya.

Dorong Regenerasi di Tubuh Organisasi

Lebih jauh, mantan pemain Deltras Sidoarjo itu menilai regenerasi tidak cukup hanya dengan menghadirkan figur muda sebagai ketua. Menurutnya, struktur kepengurusan Asprov PSSI Sulteng juga perlu diisi orang-orang yang memiliki semangat dan visi yang sama untuk membangun sepak bola daerah.

“Yang pertama, tentu organisasinya harus diisi figur-figur muda yang fresh dengan pandangan dan visi yang sama demi kemajuan sepak bola Sulawesi Tengah,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem pembinaan pemain usia dini. Menurut Agung, Sulteng membutuhkan sistem pendataan pemain muda yang terintegrasi agar potensi pesepakbola daerah dapat dipantau secara berkelanjutan.

“Pembinaan sepak bola usia dini Sulawesi Tengah harus lebih baik lagi. Adanya bank data pemain muda Sulteng menjadi salah satu pekerjaan rumah kita,” ujarnya.

Stadion Gawalise Perlu Diperhatikan

Selain pembinaan, Agung menilai persoalan fasilitas juga menjadi pekerjaan rumah yang harus mendapat perhatian serius.

Ia menyoroti kondisi Stadion Gawalise yang menurutnya memiliki nilai sejarah bagi sepak bola Sulawesi Tengah. Agung berharap stadion tersebut dapat dipugar atau Sulteng memiliki stadion baru dengan standar yang lebih tinggi.

“Fasilitas tentunya menjadi PR berikutnya. Stadion bersejarah Gawalise sudah seharusnya dipugar, atau setidaknya Sulteng punya satu stadion bertaraf internasional,” tegasnya.

Menurut Agung, pembenahan organisasi, regenerasi, pembinaan usia dini, sistem pendataan pemain hingga peningkatan fasilitas olahraga merupakan bagian yang tidak terpisahkan jika sepak bola Sulteng ingin berkembang lebih jauh.

Dorongan tersebut disampaikan di tengah semakin dekatnya Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI Sulteng yang akan memilih Ketua periode 2026-2030. Proses pencalonan bakal calon dijadwalkan berlangsung pada 29-30 Oktober 2026.

Pewarta: Adi Pranata 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow