Autopsi: Pilot AMA Ditembak dari Jarak Sangat Dekat
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Kombes Pol. dr. Sebastian Romi mengatakan hasil pemeriksaan forensik memastikan pilot maskapai AMA, Nicholas Gosselin, meninggal dunia akibat luka tembak yang dilepaskan dari jarak sangat dekat.
JAYAPURA, METROSULAWESI.NET- Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Kombes Pol. dr. Sebastian Romi mengatakan hasil pemeriksaan forensik memastikan pilot maskapai AMA, Nicholas Gosselin, meninggal dunia akibat luka tembak yang dilepaskan dari jarak sangat dekat.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka tembak masuk di pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak kontak (contact gunshot wound), yakni moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit," kata Sebastian di Jayapura, Sabtu.
Ia menjelaskan lintasan peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan sehingga mengakibatkan kerusakan berat pada tulang wajah dan dasar tengkorak.
Selain luka tembak, tim forensik juga menemukan sejumlah luka akibat benturan benda tumpul, antara lain luka terbuka pada kepala, dahi, telinga kanan, serta patah tulang rahang atas dan rahang bawah.
Untuk memastikan penyebab kematian, tim medis melakukan pemeriksaan radiologi (X-ray) yang menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak.
Menurut Sebastian, pemeriksaan dilakukan melalui pemeriksaan luar yang didukung pencitraan radiologi tanpa autopsi dalam.
"Dari hasil tersebut diketahui lintasan peluru masuk dan keluar menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak sehingga korban meninggal dunia dengan sangat cepat (sudden death)," ujarnya.
Usai pemeriksaan forensik, jenazah Nicholas Gosselin diserahkan kepada pihak maskapai AMA pada Sabtu dini hari untuk diterbangkan ke Jakarta sebelum dipulangkan ke Amerika Serikat guna dimakamkan. (ant)
Apa Reaksimu?

